İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ahqaf
Sure 46

Al-Ahqaf

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 15

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَـٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَـٰلُهُۥ ثَلَـٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ 15

(15) Ayat ini adalah di antara bentuk kasih Allah سبحانه وتعالى kepada para hambaNya dan balasan baikNya terhadap para orang tua. Allah سبحانه وتعالى berwasiat dan memerintahkan para anak untuk berbuat baik terhadap orang tua dengan berkata yang lemah lembut, mem-berikan nafkah dan uang serta perbuatan baik lainnya, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan sebab mengapakah berbuat baik terhadap orang tua diwajibkan, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan beban mengandung yang ditanggung oleh seorang ibu serta berbagai rasa sakit yang dihadapi pada saat mengandung, selanjutnya beban berat pada saat melahirkan merupakan beban yang teramat besar, dilanjutkan lagi dengan beban menyusui dan merawat. Semua beban berat tersebut tidak berlangsung hanya sesaat, namun hal itu berlang-sung dalam waktu yang lama yaitu, ﴾ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ ﴿ "tiga puluh bulan," menjalani hamil menghabiskan waktu sembilan bulan, bisa kurang bisa lebih, sedangkan sisanya untuk menyusui, dan waktu ini ber-dasarkan pada umumnya. Dari ayat ini dan ayat lainnya, ﴾ وَٱلۡوَٰلِدَٰتُ يُرۡضِعۡنَ أَوۡلَٰدَهُنَّ حَوۡلَيۡنِ كَامِلَيۡنِۖ ﴿ "para ibu menyusui anak-anak mereka selama dua tahun penuh," bisa dijadikan dalil bahwa batas minimal lamanya hamil adalah enam bulan sebab masa menyusui, yaitu dua tahun, jika tiga puluh bulan dikurangi dengan waktu menyusui tersebut maka masih tersisa enam bulan untuk masa hamil. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ ﴿ "Sehingga apabila ia telah dewasa," yaitu menca-pai puncak kekuatan dan kematangan akal, ﴾ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ ﴿ "dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, 'Ya Rabbku, tunjuki-lah aku'," artinya, berilah aku ilham dan p e r t o l o n g a n ﴾ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ ﴿ "untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku," yakni nikmat agama dan dunia serta rasa syukurnya dengan menggunakan kenikmatan ter-sebut dalam ketaatan terhadap Dzat yang memberi serta berusaha dengan sungguh-sungguh memuji Allah سبحانه وتعالى atas nikmat yang diberi. Nikmat yang dimiliki orang tua adalah nikmat yang dimiliki anak dan juga keturunan mereka, sebab mereka itu (anak-anak dan keturunannya) pasti akan mendapatkannya, mendapatkan sebab-sebab dan sisa-sisanya, khususnya nikmat agama, karena keshalihan orang tua dengan ilmu dan amal adalah faktor kebaikan dan ke-shalihan terbesar bagi anak-anak. ﴾ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ ﴿ "Dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai," yakni mencakup semua yang menjadikannya baik dan bebas dari apa-apa yang merusaknya. Dan inilah amal yang diridhai, diterima, dan dibalas dengan pahala oleh Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ ﴿ "Dan berilah kebaikan kepadaku dengan (mem-beri kebaikan) kepada anak cucuku." Tatkala beliau berdoa untuk ke-baikan dan keshalihan diri, tidak lupa beliau mendoakan kebaikan dan keshalihan bagi keturunannya agar Allah berkenaan memper-baiki keadaan mereka. Dan Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa manfaat kebaikan dan keshalihan keturunan akan berpulang pada orang tua mereka, berdasarkan FirmanNya, ﴾ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ ﴿ "Dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku."﴾ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ ﴿ "Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu ," dari segala dosa dan kemaksiatan, aku kembali kepadaMu dengan ketaatan,﴾ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴿ "dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."