İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Az-Zumar
Sure 39

Az-Zumar

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

39–40. âyetler

قُلْ يَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَـٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ 39 مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ 40

(39-40) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka wahai Rasul, ﴾ يَٰقَوۡمِ ٱعۡمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keada-anmu." Maksudnya, menurut keadaan kalian yang kalian suka untuk diri kalian, yaitu beribadah kepada sembahan yang tidak berhak diibadahi sedikitpun dan tidak pula dia mempunyai ke-kuasaan sedikitpun. ﴾ إِنِّي عَٰمِلٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku akan bekerja pula" menurut apa yang aku serukan kepada kalian, yaitu menuluskan ketaatan beragama hanya kepada Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ﴿ "maka kelak kamu akan mengetahui" untuk siapa kesudahan yang baik dan ﴾ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ ﴿ "siapa yang akan mendapat siksa yang menghina-kannya" di dunia ini, ﴾ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ ﴿ "dan lagi ditimpa" di akhirat ﴾ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "oleh azab yang kekal," yang dia tidak dipindah darinya dan tidak pernah ada habis-habisnya. Ini adalah ancaman yang sangat berat bagi mereka, dan mereka mengetahui bahwa sesungguhnya merekalah yang berhak mendapat azab yang kekal, akan tetapi kezhaliman dan sikap keras kepala telah menghalangi mereka untuk beriman.