İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ankaboot
Sure 29

Al-Ankaboot

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 44

خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ 44

(44) Maksudnya Dia-lah Allah سبحانه وتعالى Yang Esa, Yang mencipta-kan langit dengan keluhuran, ketinggian, keluasan, dan keindah-annya, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya seperti matahari, bulan, bintang-bintang dan para malaikat, dan bumi beserta segala apa yang ada padanya seperti gunung-gunung, lautan, daratan, gurun, pohon-pohon dan lain-lain. Semua itu Dia ciptakan dengan benar. Maksudnya, Dia tidak menciptakannya dengan sia-sia atau tidak berguna, atau tidak bermanfaat. Sesungguhnya Dia mencipta-kannya agar perintah dan syariatnya tegak, dan agar kenikmatan-nya terhadap segenap hambaNya menjadi sempurna, serta agar mereka melihat bagian dari kebijaksanaanNya, kemahaperkasaan-Nya dan kemahakuasaanNya, sesuatu yang menunjukkan bahwa sesungguhnya hanya Dia-lah sembahan mereka, Dia-lah yang ber-hak mereka cintai dan Dia-lah Tuhan mereka. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang Mukmin," sesuai dengan banyaknya tuntutan keimanan, jika seorang yang beriman merenungkannya, niscaya ia dapat melihatnya dengan mata kepala.