An-Naml
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ 3
(3) Barangkali ada yang mengatakan: Sudah banyak sekali orang yang mengklaim beriman. Apakah diterima dari setiap orang yang mengklaim bahwa dirinya adalah seorang Mukmin? Atau harus ada bukti yang benar? Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى menjelaskan sifat (ciri) orang-orang beriman, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat," yang wajib dan yang sunnah. Mereka melakukannya sesuai dengan aturan-aturannya yang nampak, berupa rukun-rukun, syarat-syarat, kewajiban-ke-wajiban bahkan sunnah-sunnahnya, dan lengkap dengan amalnya yang batin, yaitu khusyu' yang merupakan jiwa dan substansinya, yaitu dengan merasakan kedekatan Allah dan menghayati apa yang dibaca dan dilakukan oleh orang yang shalat. ﴾ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ ﴿ "Dan menunaikan zakat," yang wajib kepada yang berhak menerimanya, ﴾ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ﴿ "dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat." Mak-sudnya, Keimanan mereka telah mencapai pada tingkat yakin, yaitu ilmu yang sempurna yang sampai ke dalam hati, lagi mendorong untuk beramal. Keyakinan mereka kepada akhirat mengharuskan keseriusan usaha mereka untuk menghadapinya dan mewaspadai segala hal yang bisa menjadi sebab siksaan dan hukuman. Ini ada-lah dasar segala kebaikan.