Al-Muminoon
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
وَهُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخْتِلَـٰفُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ 80
(80) ﴾ وَهُوَ ﴿ "Dan Dia-lah," Allah Yang Mahatinggi satu-satu-nya ﴾ ٱلَّذِي يُحۡيِۦ وَيُمِيتُ ﴿ "yang menghidupkan dan mematikan," maksudnya, yang memegang kendali kehidupan dan kematian adalah Allah sendiri. ﴾ وَلَهُ ٱخۡتِلَٰفُ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِۚ ﴿ "Dan Dia-lah (yang mengatur) pertukaran malam dan siang," maksudnya, (mengatur) urutan dan silih-ber-gantinya siang dan malam. Kalau Allah menghendaki, untuk men-jadikan siang hari kekal selama-lamanya, sesembahan mana selain Allah yang berkuasa mendatangkan malam kepada kalian agar kalian bisa melepaskan kepenatan di dalamnya? Jika Allah ber-kehendak menjadikan malam kekal abadi, maka sesembahan mana selain Allah yang berkuasa mendatangkan sinar cahaya. Maka tidakkah kalian memperhatikan? Di antara cermin rahmat Allah (kepada hambaNya) adalah Dia menjadikan malam dan siang, supaya kalian bisa istirahat di dalamnya dan mencari kemurahan rizkiNya, agar kalian bersyukur. Karena itu, di sini Allah berfirman, ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "maka apakah kamu tidak memahaminya," sehingga kalian mengenal Dzat yang telah menganugerahi kalian kenikmatan-kenikmatan; pendengaran, penglihatan dan hati, dan Dzat yang menyebarkan kalian di permu-kaan bumi sendirianNya, dan yang menghidupkan dan mematikan sendirianNya dan yang mengendalikan malam dan siang. Sesung-guhnya itu semua mengharuskan kalian mengikhlaskan ibadah kepadaNya semata, tiada sekutu bagiNya, dan kalian meninggal-kan peribadahan obyek yang tidak dapat memberikan manfaat dan mendatangkan bahaya, serta tidak memegang wewenang apa pun. Bahkan ia merupakan makhluk yang tiada memiliki daya dari segala segi, dan kalau memang kalian memiliki akal sehat, niscaya kalian tidak akan melakukannya.