İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Israa
Sure 17

Al-Israa

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

50–51. âyetler

قُلْ كُونُوا۟ حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا 50 أَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِى صُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَ مَن يُعِيدُنَا ۖ قُلِ ٱلَّذِى فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ ۖ قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبًا 51

(50-51) Karena itu, Allah memerintahkan RasulNya untuk berkata kepada para pengingkar Hari Kebangkitan yang menilainya mustahil, ﴾ قُلۡ كُونُواْ حِجَارَةً أَوۡ حَدِيدًا 50 أَوۡ خَلۡقٗا مِّمَّا يَكۡبُرُ ﴿ "Katakanlah, 'Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau menjadi suatu makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali)'." Maksudnya, makhluk yang membesar ﴾ فِي صُدُورِكُمۡۚ ﴿ "menurut pikiranmu," supaya kamu selamat –menurut persepsi kalian– dari kekuasaan Allah (untuk membangkitkan) kalian atau (selamat dari) terealisasinya kehendak Allah pada kalian. Karena dalam bentuk dan sifat seperti apa pun niscaya kamu tidak akan mampu melumpuhkan (ketetapan) Allah. Kamu tidak punya andil kuasa dalam pengaturan dirimu, baik tatkala hidup atau se-sudah mati. Maka, serahkanlah urusan pengaturan dan penanganan kepada Dzat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan menjangkau segala sesuatu. ﴾ فَسَيَقُولُونَ ﴿ "Maka mereka akan bertanya," tatkala engkau mengetengahkan hujjah atas mereka tentang Hari Kebangkitan, ﴾ مَن يُعِيدُنَاۖ قُلِ ٱلَّذِي فَطَرَكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖۚ ﴿ "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali? Katakanlah, 'Dzat Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama'," sebagaimana Dia telah menciptakan kamu, padahal sebelumnya kamu adalah sesuatu yang tidak pernah disebut, maka Dia-lah yang akan mengembalikan kamu sebagai makhluk yang baru, ﴾ كَمَا بَدَأۡنَآ أَوَّلَ خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚ ﴿ "Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya." (Al-Anbiya`: 104). ﴾ فَسَيُنۡغِضُونَ إِلَيۡكَ رُءُوسَهُمۡ ﴿ "Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan ke-pala mereka," maksudnya menggerak-gerakkan kepala mereka se-bagai bentuk pengingkaran dan ungkapan keheranan terhadap apa yang kamu katakan ﴾ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَۖ ﴿ "dan mereka berkata, 'Kapan itu (akan terjadi)?'" Maksudnya kapan waktu terjadinya Hari Kebangkit-an yang kamu sangka (terjadi) berdasarkan perkataanmu? Pertanya-an ini bukan untuk mengakui kenyataan Hari Kebangkitan, akan tetapi merupakan bentuk kebodohan dan kelemahan dari mereka ﴾ قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبٗا ﴿ "Katakanlah, 'Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat'." Sesungguhnya penentuan waktu kapan terjadi Hari Kebangkitan tidaklah berfaidah. Akan tetapi, manfaat dan tuntut-annya terdapat pada keyakinan dan pengakuan terhadapnya. Lalu apabila tidak demikian, maka sesungguhnya segala sesuatu yang pasti datang itu, berarti dekat.