İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Israa
Sure 17

Al-Israa

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 25

رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِى نُفُوسِكُمْ ۚ إِن تَكُونُوا۟ صَـٰلِحِينَ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلْأَوَّٰبِينَ غَفُورًا 25

(25) Maksudnya, Rabb kalian سبحانه وتعالى mengetahui semua rahasia yang kalian sembunyikan yang berbentuk kebaikan dan keburuk-an. Dia tidak semata-mata melihat tindak-tanduk dan rupa fisik kalian, Dia hanyalah memandang apa yang ada di dalam hati, berupa kebaikan dan keburukan ﴾ إِن تَكُونُواْ صَٰلِحِينَ ﴿ "jika kamu orang-orang yang baik," dengan menjadikan hasrat dan orientasi-orientasi kalian ber-kisar pada keridhaan Allah, kesukaan kalian tertuju pada obyek yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak ada keinginan-keinginan yang mengendap dalam hatinya untuk selain Allah. ﴾ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلۡأَوَّٰبِينَ ﴿ "Sesungguhnya Dia bagi orang-orang yang ber-taubat," yaitu orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah di segala waktunya ﴾ غَفُورٗا ﴿ "Maha Pengampun." Maka siapa saja yang telah Allah lihat (dalam) hatinya, dan Dia mengetahui tidak ada di dalamnya selain (kerinduan) kembali dan kecintaan kepadaNya serta mencintai segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadaNya, maka –sekalipun terkadang muncul pada dirinya efek (keterlenaan) yang berasal dari sifat-sifat manusiawinya–, sesungguhnya Allah akan memaafkannya dan mengampuni perkara-perkara yang insi-dentil, yang bukan permanen.