Ar-Ra'd
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
يَمْحُوا۟ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلْكِتَـٰبِ 39
(39) ﴾ يَمۡحُواْ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ﴿ "Allah menghapuskan apa yang Dia kehen-daki," dari takdir-takdirNya ﴾ وَيُثۡبِتُۖ ﴿ "dan menetapkan," apa yang dikehendakiNya dari yang sudah ditetapkan. Penghapusan dan perubahan ini bukan pada hal-hal yang mana ilmu Allah telah men-dahului (bahwa akan terjadi dan Pena Allah telah menuliskan tak-dirnya). Sesungguhnya, hal itu tidak mengalami perubahan dan pergantian. Karena, menjadi suatu perkara yang mustahil bagi Allah jika terjadi suatu kekurangan dan kekeliruan pada ilmu Allah (ten-tang segala sesuatu yang akan terjadi). Oleh karena itu, Allah berfirman ﴾ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "dan di sisiNya terdapat Ummul Kitab," yaitu Lauh Mahfuzh yang menjadi buku rujukan bagi segala sesuatu. Itu adalah intinya, ia mempunyai cabang dan sisi. Perubahan dan pergantian terjadi pada cabang dan sisinya. Misalnya, amalan pagi dan siang hari yang dicatat oleh malaikat, dan Allah menciptakan sebab kausalitas yang bisa me-netapkannya dan sebab-sebab yang bisa menghapuskannya. Sebab-sebab tersebut tidak akan melampaui batas dengan apa yang telah digariskan di Lauh Mahfuzh. Sebagaimana Allah menjadikan ke-baikan, silaturahim, dan perbuatan baik sebagai sebab kausalitas yang bisa memanjangkan usia dan meluaskan rizki. Sebagaimana Allah menjadikan maksiat-maksiat sebagai sebab yang menghilang-kan berkah rizki dan usia. Sebagaimana Allah menetapkan beberapa sebab kausalitas keselamatan dari berbagai kebinasaan dan kehan-curan sebagai jalan menuju keselamatan, dan menjadikan sebab kausalitas penghalang keselamatan sebagai penyebab kehancuran. Dia-lah yang mengatur segala urusan sesuai dengan kekuasaan dan kehendakNya. Hal-hal yang Allah atur tidak bertentangan dengan apa yang sudah diketahui Allah (akan terjadi) dan dituliskan di Lauh Mahfuzh.