Hud
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
قَالُوا۟ يَـٰهُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِىٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ 53
(53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka.