Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Inshiqaaq
Sura ya 84

Al-Inshiqaaq

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya 20–24

فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ 20 وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩ 21 بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُكَذِّبُونَ 22 وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ 23 فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 24

(20-24) Meski demikian, masih banyak manusia yang tidak beriman, ﴾ وَإِذَا قُرِئَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقُرۡءَانُ لَا يَسۡجُدُونَۤ۩ ﴿ "dan apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud," yakni tidak tunduk merendah-kan diri untuk al-Qur`an dan tidak tunduk pada perintah dan la-rangannya. ﴾ بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُكَذِّبُونَ ﴿ "Bahkan orang-orang kafir itu mendus-takan(nya)," yakni mendustakan kebenaran setelah jelas, sehingga tidak aneh bila mereka tidak beriman dan tidak tunduk pada al-Qur`an. Orang yang mendustakan kebenaran adalah pembang-kang yang tidak memiliki tipu daya di dalamnya. ﴾ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا يُوعُونَ ﴿ "Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka)," yakni, terhadap apa yang mereka lakukan dan yang mereka niatkan secara rahasia. Allah سبحانه وتعالى mengetahui rahasia dan perbuatan terang-terangan mereka dan akan membalas amal per-buatan mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿ "Maka berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih." Berita dinamakan juga kabar gembira, karena berita itu berpengaruh di diri manusia, baik berita menyenangkan atau menyedihkan.