Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Muddaththir
Sura ya 74

Al-Muddaththir

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya 38–48

كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ 38 إِلَّآ أَصْحَـٰبَ ٱلْيَمِينِ 39 فِى جَنَّـٰتٍ يَتَسَآءَلُونَ 40 عَنِ ٱلْمُجْرِمِينَ 41 مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ 42 قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ 43 وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ 44 وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ 45 وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ 46 حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلْيَقِينُ 47 فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ 48

(38-48) ﴾ كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِينَةٌ ﴿ "Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya," atas perbuatan-perbuatan buruk dan jelek. Ia bertanggung jawab atasnya. Perbuatan buruknya meng-haruskannya dibelenggu di lehernya dan mengharuskannya men-dapatkan azab, ﴾ إِلَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "kecuali golongan kanan," karena sesung-guhnya mereka tidak tergadai tapi mereka terlepas dan bergembira, ﴾ فِي جَنَّٰتٖ يَتَسَآءَلُونَ 40 عَنِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ 41 ﴿ "berada di dalam surga, mereka tanya me-nanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa," yakni, berada di dalam surga, mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan. Sempurnalah kenyamanan dan keamanan hingga mereka saling berhadap-hadapan dan bertanya satu sama lain, dan percakapan mereka sampai pada pertanyaan tentang orang-orang yang berdosa, bagaimana keadaan mereka, apakah mereka telah mendapatkan apa yang diancamkan Allah سبحانه وتعالى pada mereka? Sebagian mereka berkata kepada yang lain, Apakah kalian melihat mereka? Mereka pun melihat orang-orang berdosa berada di tengah-tengah Neraka Jahim dalam keadaan tersiksa. Para penduduk surga bertanya pada mereka, ﴾ مَا سَلَكَكُمۡ فِي سَقَرَ ﴿ "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)," yakni, apa yang membuatmu masuk ke dalamnya, karena dosa apa kalian mendapatkan neraka? Mereka menjawab, ﴾ قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ 43 وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ ٱلۡمِسۡكِينَ 44 ﴿ "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin," tidak ada keikhlasan untuk Allah سبحانه وتعالى Yang disembah, tidak memberi kebaikan dan manfaat bagi orang yang membutuhkan, ﴾ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلۡخَآئِضِينَ ﴿ "dan kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya," yakni kami membicarakan yang batil dan kami jadikan sebagai pembantah kebenaran, ﴾ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "dan kami mendustakan Hari Pembalasan." Inilah pengaruh dari pembicaraan tentang kebatilan; yaitu mendustakan kebenaran, dan siapakah yang lebih berhak dari Yang Maha Haq pada hari itu? Tempat balasan amal perbuatan dan tegaknya kerajaan Allah سبحانه وتعالى dan hukumNya yang adil pada seluruh makhluk. Dan kami terus menurus berada di atas langkah batil ini, ﴾ حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلۡيَقِينُ ﴿ "hingga datang kepada kami kematian." اَلْيَقِيْنُ (dalam ayat) bermakna kematian. Pada saat mereka mati di atas kekufuran, berbagai usaha tidak berguna kala itu dan pintu harapan tertutup di hadapan wajah mereka, ﴾ فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَٰعَةُ ٱلشَّٰفِعِينَ ﴿ "maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at," karena orang-orang yang memberi syafa'at hanya bisa memberi pada orang yang diridhai Allah سبحانه وتعالى, sedangkan orang-orang kafir itu, perbuatannya tidak diridhai Allah سبحانه وتعالى.