Al-An'aam
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولُوٓا۟ أَهَـٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنۢ بَيْنِنَآ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَعْلَمَ بِٱلشَّـٰكِرِينَ 53
(53) ﴾ وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعۡضَهُم بِبَعۡضٖ لِّيَقُولُوٓاْ أَهَٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنۢ بَيۡنِنَآۗ ﴿ "Dan demikianlah, telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, 'Orang-orang semacam inikah dari antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?'" Maksudnya, ini termasuk ujian Allah kepada hamba-hambaNya yang mana Dia menjadikan sebagian dari mereka kaya dan sebagian lagi miskin, sebagian mulia dan sebagian lain rendah. Jika Allah menganugerahkan iman kepada orang miskin atau orang rendahan, maka itu adalah ujian bagi orang yang kaya dan mulia, jika yang dicari dan dituju oleh-nya adalah kebenaran, maka orang kaya tersebut akan beriman dan masuk Islam, dia tidak terhalang oleh kenyataan bahwa orang yang miskin lagi rendah itu akan menjadi sama dengannya dalam hal itu. Jika dia tidak jujur dalam mencari kebenaran, maka hal itu menjadi batu penghalang untuk mengikuti kebenaran. Mereka me-ngatakan kepada orang-orang yang mereka anggap lebih rendah darinya dengan penuh cibiran, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنۢ بَيۡنِنَآۗ ﴿ "Orang-orang semacam inikah dari antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?" Hal itu menghalangi mereka untuk mengikuti kebenaran karena tidak adanya kebersihan dalam hati mereka. Allah menjawab ucap-an mereka yang mengandung sanggahan kepada Allah dalam memberi petunjuk kepada orang-orang yang dianggap rendah itu dan tidak memberikannya kepada mereka, ﴾ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "(Allah berfirman), 'Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?'" Orang-orang yang mengetahui nikmat, mengakuinya, dan melakukan amal shalih yang merupakan tuntutannya, maka Allah memberikan karunia dan nikmatNya kepadanya, bukan kepada yang tidak bersyukur, karena Allah Mahabijaksana; Dia tidak memberikan karuniaNya pada orang yang tidak berhak. Orang-orang yang me-nentang dengan kriteria ini tidaklah sama dengan orang-orang fakir dan lainnya yang diberi nikmat iman oleh Allah, mereka ini adalah orang-orang yang bersyukur.