Al-An'aam
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُن لَّهُۥ صَـٰحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ 101
(101) ﴾ بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Dia Pencipta langit dan bumi." Mak-sudnya, pencipta keduanya dengan sangat baik dan kokoh dengan penciptaan terbaik, pengaturan dan kemegahan tanpa contoh sebelumnya, di mana akal orang-orang yang berakal tidak dapat mengusulkan sepertinya. Dan Dia tidak mempunyai rekan dalam menciptakan keduanya. ﴾ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٞ وَلَمۡ تَكُن لَّهُۥ صَٰحِبَةٞۖ ﴿ "Bagaimana Dia mempunyai anak pada-hal Dia tidak mempunyai istri." Maksudnya, bagaimana Allah mem-punyai anak sementara Dia adalah Tuhan, pemilik dan tempat bergantung (bagi seluruh makhluk) dan yang tidak beristri? Dia Mahakaya dari makhluk-makhlukNya, sementara makhluk-makhlukNya memerlukan dan membutuhkanNya, dan anak harus berasal dari jenis orang tuanya, sedangkan Allah adalah pencipta segala sesuatu dan tiada satu pun makhluk yang menyerupai Allah dari segi mana pun. Manakala Dia menyebutkan penciptaanNya yang menyeluruh terhadap seluruh makhluk, Dia menyebutkan keluasan ilmuNya terhadap makhlukNya. Dia berfirman, ﴾ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ﴿ "Dia menge-tahui segala sesuatu." Dalam penyebutan ilmu setelah penciptaan mengandung isyarat kepada dalil aqli tentang ketetapan ilmuNya, yaitu makhluk-makhluk ini dengan keserasiannya yang sempurna dan penciptaan yang mengagumkan. Hal itu benar-benar mengan-dung bukti atas keluasan ilmu sang pencipta dan kesempurnaan hikmahNya sebagaimana Allah berfirman, ﴾ أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ 14 ﴿ "Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui." (Al-Mulk: 14). Dan sebagaimana Allah berfirman, ﴾ وَهُوَ ٱلۡخَلَّٰقُ ٱلۡعَلِيمُ 81 ﴿ "Dan Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui." (Yasin: 81).