Al-Jaathiya
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۭ بَعْدَ ٱللَّهِ وَءَايَـٰتِهِۦ يُؤْمِنُونَ 6 وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ 7 يَسْمَعُ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 8 وَإِذَا عَلِمَ مِنْ ءَايَـٰتِنَا شَيْـًٔا ٱتَّخَذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ 9 مِّن وَرَآئِهِمْ جَهَنَّمُ ۖ وَلَا يُغْنِى عَنْهُم مَّا كَسَبُوا۟ شَيْـًٔا وَلَا مَا ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْلِيَآءَ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ 10
(6-10) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى membagi manusia menjadi dua golongan dalam kaitannya apakah mereka mau memanfaatkan tanda-tanda kebesaranNya ataukah tidak: Golongan pertama adalah mereka yang mau menjadikan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى sebagai petunjuk, direnungkan dan dimanfaat-kan sehingga derajat mereka menjadi tinggi. Mereka adalah orang-orang yang beriman secara sempurna kepada Allah سبحانه وتعالى, malaikat-malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan Hari Akhir. Keimanan mereka ini mencapai tingkatan yakin, sehingga akal mereka menjadi bersih dan pengetahuan, akal sehat, serta ilmu mereka pun bertambah. Golongan kedua adalah mereka yang mau mendengar ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى yang dengan pendengaran itu hujjah telah ditegakkan kepada mereka, namun kemudian mereka berpaling dan merasa tinggi hati, seolah-olah mereka tidak mendengarnya, sebab ayat-ayat tersebut tidak bisa membersihkan hati mereka, bahkan karena kesombongan mereka terhadap ayat-ayat itu mereka semakin me-lampaui batas. Apabila mereka mengetahui sesuatu dari ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى, mereka menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, se-hingga Allah سبحانه وتعالى pun menjanjikan kecelakaan bagi mereka melalui FirmanNya, ﴾ وَيۡلٞ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa," yakni, berdusta dalam perkataannya dan berdosa dalam perbuatannya. Dan Allah سبحانه وتعالى memberitahukan mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Dan sesungguhnya ﴾ مِّن وَرَآئِهِمۡ جَهَنَّمُۖ ﴿ "di hadapan mereka Neraka Jahanam," sebagai balasan mereka dan ﴾ وَلَا يُغۡنِي عَنۡهُم مَّا كَسَبُواْ ﴿ "tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerja-kan," yang mereka raih dari harta-harta mereka, ﴾ وَلَا مَا ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَۖ ﴿ "dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sem-bahan (mereka) dari selain Allah," mereka pun meminta pertolongan kepada sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى, namun sesembah-an-sesembahan itu ternyata menghinakan mereka pada saat-saat diperlukan andai bisa mendatangkan manfaat.