Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nisaa
Sura ya 4

An-Nisaa

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya 151–152

أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ حَقًّا ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا 151 وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَلَمْ يُفَرِّقُوا۟ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ أُو۟لَـٰٓئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا 152

(151-152) Karena itulah Allah berfirman, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ حَقّٗاۚ ﴿ "Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya," yang demikian itu agar tidak ada asumsi yang salah bahwa kedudukan mereka adalah pertengahan antara iman dan kufur. Alasan mereka disebut sebagai kafir hingga terhadap nabi yang mereka klaim bahwa me-reka beriman kepadanya, bahwa setiap dalil yang menunjukkan kepada mereka untuk beriman kepada orang yang mereka imani, dalil itu sendiri atau yang sepertinya atau yang lebih tinggi dari-nya adalah ada pada nabi yang mereka kafir kepadanya. Setiap syubhat yang mereka tuduhkan kepada Nabi ﷺ yang mereka kafir kepadanya, syubhat tersebut atau bahkan yang lebih besar darinya ada pada rasul yang mereka imani. Maka selain itu tidak ada lagi yang tersisa kecuali keinginan syahwat, nafsu dan sekedar penga-kuan yang mungkin saja setiap orang mampu menolaknya dengan dalih yang sama sepertinya. Dan tatkala Allah menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang kafir dengan sebenar-benarnya, lalu Allah menyebutkan hukuman yang menyeluruh untuk mereka dan untuk setiap orang yang kafir seraya berfirman, ﴾ وَأَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٗا مُّهِينٗا ﴿ "Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghina-kan." Sebagaimana mereka telah berlaku sombong dari beriman kepada Allah, maka Allah menghinakan mereka dengan siksaan yang menyakitkan lagi menghinakan, ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya." Ini mencakup keimanan kepada seluruh kabar yang diberitakan oleh Allah tentang DiriNya dan kepada seluruh perkara yang datang dari para rasul berupa berita-berita dan hukum-hukum, dan mereka tidak membeda-bedakan antara satu rasul pun, akan tetapi mereka beriman kepada mereka seluruhnya. Inilah keimanan yang hakiki dan keyakinan yang didasari oleh keterangan yang kuat. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ سَوۡفَ يُؤۡتِيهِمۡ أُجُورَهُمۡۚ ﴿ "Kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya," yaitu, balasan bagi keimanan mereka dan apa pun yang dihasilkan karenanya berupa amalan-amalan shalih, perkataan yang baik, dan akhlak yang terpuji. Sesuai dengan kondisinya. Dan sepertinya inilah rahasia dari penyandaran kata pahala kepada mereka. ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ﴿ "Dan Allah Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang." Allah mengampuni kesalahan-kesalahan dan menerima segala kebaikan.