Saad
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٌ ۖ وَمَا مِنْ إِلَـٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ 65
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.