Al-Baqara
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ 144
(144) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, ﴾ قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِي ٱلسَّمَآءِۖ ﴿ "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu (Muhammad) me-nengadah ke langit," maksudnya, beliau seringkali melakukan hal itu berulang-ulang dengan rasa harap dan menunggu turunnya wahyu tentang menghadap ke Ka'bah. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَجۡهِكَ ﴿ "Mukamu," dan bukan dengan matamu adalah untuk menambah perhatiannya, dan karena pembalikan wajah secara pasti diikuti dengan pembalikan mata. ﴾ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ ﴿ "Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu," maksudnya, Kami akan mengarahkan kamu karena kekuasaan Kami terhadapmu, ﴾ قِبۡلَةٗ تَرۡضَىٰهَاۚ ﴿ "ke kiblat yang kamu sukai," maksudnya, yang kamu senangi yaitu Ka'bah. Ini me-rupakan suatu penjelasan akan keutamaan dan kemuliaan beliau ﷺ, di mana Allah تعالى bersegera dalam memenuhi keinginan beliau, kemudian Allah menegaskan tentang menghadap ke arah Ka'bah. Allah تعالى berfirman, ﴾ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۚ ﴿ "Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram." Muka adalah suatu bagian yang terdepan dari tubuh manusia. ﴾ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ ﴿ "Dan di mana saja kamu berada," yaitu di lautan atau daratan, timur atau barat, selatan atau utara, ﴾ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥۗ ﴿ "maka palingkanlah mukamu ke arahnya," mak-sudnya, menghadap kepada arah Ka'bah. Di dalam ayat ini terdapat kandungan disyaratkannya meng-hadap kiblat dalam menjalankan setiap shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah. Apabila memungkinkan menghadap kepada dzat Ka'bah tersebut, (maka wajib menghadap fisik Ka'bah), namun bila tidak memungkinkan, maka ke arahnya saja. Dan ini juga me-nunjukkan bahwa berpaling dengan badan itu membatalkan shalat, karena perintah kepada sesuatu itu berarti larangan dari perkara yang berlawanan dengannya. Ketika Allah تعالى menyebutkan -dalam pembahasan tadi- orang-orang yang membantah hal tersebut dari ahli Kitab dan selain me-reka dan Allah تعالى juga menyebutkan tentang jawaban atas bantahan mereka itu, lalu Allah dalam ayat ini menyebutkan bahwasanya ahli Kitab dan orang-orang yang berilmu di antara mereka menge-tahui dengan benar bahwasanya engkau berada dalam kebenaran yang jelas, karena mereka mendapatkannya ada di dalam kitab mereka, akan tetapi mereka berpaling karena membangkang dan zhalim. Apabila mereka mengetahui akan kesalahan mereka, jangan-lah kalian mempedulikan hal itu, karena sesungguhnya manusia akan dipusingkan oleh suatu bantahan dari orang yang memban-tahnya apabila perkaranya tidaklah jelas dan kemungkinan saja yang benar itu ada padanya, namun apabila dia yakin bahwa kebenaran itu ada bersama orang yang dibantah, sedangkan orang yang membantah itu hanyalah seorang yang keras kepala yang mengetahui kesalahan perkataannya, maka sama sekali tidak ada yang harus dipedulikan padanya, akan tetapi tunggu saja siksaan dunia dan akhirat yang akan dirasakan oleh orang-orang yang membantah tersebut. Karena itu Allah berfirman, ﴾ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan," bah-kan Allah memelihara perbuatan-perbuatan mereka dan akan mem-berikan balasannya. Di dalam ayat ini terdapat ancaman terhadap orang-orang yang membantah dan sekaligus hiburan bagi kaum Mukminin.