Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Maryam
Sura ya 19

Maryam

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya ya 75

قُلْ مَن كَانَ فِى ٱلضَّلَـٰلَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ ٱلرَّحْمَـٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا رَأَوْا۟ مَا يُوعَدُونَ إِمَّا ٱلْعَذَابَ وَإِمَّا ٱلسَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضْعَفُ جُندًا 75

(75) Setelah menyebutkan dalil mereka yang batil, yang mengisyaratkan betapa dahsyat kekufuran dan kesesatan mereka dalam ayat ini, Allah memberitahukan bahwa orang yang berada dalam kesesatan dengan menyukai kesesatan itu bagi dirinya dan mengerahkan usaha untuk mewujudkannya, maka sesungguhnya Allah akan memperpanjang tempo baginya dan membuatnya kian cinta pada kesesatan. Ini sebagai azab bagi mereka karena lebih memilih kesesatan daripada petunjuk. Allah berfirman, ﴾ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ ﴿ "Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memaling-kan hati mereka." (Ash-Shaff: 5). ﴾ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَنَذَرُهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ 110 ﴿ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka sebagaimana mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan-nya yang sangat." (Al-An'am: 110). ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا رَأَوۡاْ ﴿ "Sehingga apabila mereka telah melihat," yaitu orang-orang yang mengatakan, ﴾ أَيُّ ٱلۡفَرِيقَيۡنِ خَيۡرٞ مَّقَامٗا وَأَحۡسَنُ نَدِيّٗا 73 ﴿ "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan Mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)," ﴾ مَا يُوعَدُونَ إِمَّا ٱلۡعَذَابَ ﴿ "apa yang diancamkan kepada mereka, baik berupa azab," dengan bentuk pembunuhan atau yang lainnya ﴾ وَإِمَّا ٱلسَّاعَةَ ﴿ "ataupun Hari Kiamat," yang merupakan pintu gerbang pembalasan amal, ﴾ فَسَيَعۡلَمُونَ مَنۡ هُوَ شَرّٞ مَّكَانٗا وَأَضۡعَفُ جُندٗا 75 ﴿ "maka mereka akan menge-tahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-pe-nolongnya," maksudnya pada saat itu, akan terlihat jelas bagi mereka batilnya pengakuan mereka. Itu hanya pengakuan-pengakuan yang akan sirna. Dan mereka menjadi yakin bahwa diri mereka adalah orang-orang yang telah berbuat kejahatan dan lebih lemah penolong-penolongnya. Tetapi, kesadaran ini sudah tidak mem-berikan manfaat sama sekali buat mereka, karena mereka tidak mungkin lagi kembali ke dunia untuk melakukan perbuatan yang berbeda dengan perbuatan pertama mereka.