Al-A'laa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
بَلْ تُؤْثِرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا 16 وَٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ 17
(16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan.