Al-A'laa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ 14 وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ 15
(14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja.