Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
Surah 7

Al-A'raaf

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 127

وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُۥ لِيُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْىِۦ نِسَآءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَـٰهِرُونَ 127

(127) Fir'aun dengan kaki tangannya dan mayoritas dari mereka yang mengikuti para pembesar di kalangan mereka telah menyombongkan diri di depan ayat-ayat Allah dan mengingkari-nya karena kezhaliman dan kesombongan. Mereka berkata kepada Fir'aun dalam rangka menghasutnya agar mengazab Musa dengan alasan bahwa apa yang dibawanya adalah batil dan merupakan kerusakan di muka bumi, ﴾ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوۡمَهُۥ لِيُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir)," dengan dakwah menyeru agar mereka beriman kepada Allah, kepada kemuliaan akhlak dan kebaikan amal yang merupa-kan kebaikan di muka bumi? Justru merekalah yang berada di atas kerusakan, akan tetapi orang-orang zhalim bersikap masa bodoh terhadap apa yang mereka katakan. ﴾ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَۚ ﴿ "Dan meninggal-kanmu serta tuhan-tuhanmu." Yakni membiarkanmu dan tuhan-tu-hanmu, dia melarangmu dan menghalang-halangi manusia dari mengikutimu. Maka Fir'aun menjawab mereka dengan mengata-kan bahwa dia akan membiarkan Musa dengan Bani Israil dalam kondisi di mana mereka tidak dapat berkembang, dan Fir'aun de-ngan kaki tangannya merasa aman dari bahaya mereka. Katanya, ﴾ سَنُقَتِّلُ أَبۡنَآءَهُمۡ وَنَسۡتَحۡيِۦ نِسَآءَهُمۡ ﴿ "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka." Yakni kita membiar-kan anak-anak perempuan itu hidup, kita tidak membunuhnya. Jika kita melakukan itu, maka kita akan aman dari kekuatan me-reka yang berjumlah banyak, sisanya kita perbudak dan kita atur sesuai dengan kehendak kita. ﴾ وَإِنَّا فَوۡقَهُمۡ قَٰهِرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka." Mereka tidak memiliki kemam-puan untuk melepaskan diri dari hukum kita. Ini adalah puncak kesombongan, kezhaliman, dan kebengisan Fir'aun.