Al-A'raaf
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَمَا تَنقِمُ مِنَّآ إِلَّآ أَنْ ءَامَنَّا بِـَٔايَـٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۚ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ 126
(126) ﴾ وَمَا تَنقِمُ مِنَّآ ﴿ "Dan kamu tidak menyalahkan kami." Yakni kamu tidak mencela kami atas pengingkaranmu kepada kami dan ancamanmu kepada kami, kami tidak mempunyai dosa, ﴾ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتۡنَاۚ ﴿ "melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Rabb kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami." Jika ini memang dosa yang dicela atasnya dan pelakunya berhak atas hukuman, maka ini adalah dosa kami. Kemudian mereka memohon kepada Allah agar memberi mereka keteguhan dan kesabaran, mereka ber-kata, ﴾ رَبَّنَآ أَفۡرِغۡ عَلَيۡنَا صَبۡرٗا ﴿ "Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami." Yakni kesabaran yang besar. Ini ditunjukkan oleh kata صَبْرًا dengan bentuk nakirah karena ini adalah ujian besar yang berujung kepada kematian, maka ia memerlukan kesabaran besar agar hati tetap teguh dan orang mukmin tetap tenang dengan imannya serta agar kepanikan sirna darinya. ﴾ وَتَوَفَّنَا مُسۡلِمِينَ ﴿ "Dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepadaMu)." Yakni dalam keadaan tun-duk kepada perintahMu dan mengikuti RasulMu. Dan yang zahir bahwa ancaman Fir'aun benar-benar dilakukan kepada mereka dan bahwa Allah meneguhkan mereka di atas iman.