Az-Zumar
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
قُلْ أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ تَأْمُرُوٓنِّىٓ أَعْبُدُ أَيُّهَا ٱلْجَـٰهِلُونَ 64
(64) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" wahai rasul, kepada orang-orang bodoh itu, yaitu orang-orang yang mengajakmu menyembah selain Allah, ﴾ أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَأۡمُرُوٓنِّيٓ أَعۡبُدُ أَيُّهَا ٱلۡجَٰهِلُونَ ﴿ "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang jahil (bodoh)." Maksud-nya, perintah ini bersumber dari kebodohan kalian. Kalau tidak, maka kalau sekiranya kalian mempunyai ilmu pengetahuan bah-wasanya Allah سبحانه وتعالى Yang Mahasempurna dari segala sisiNya, yang melimpahkan seluruh kenikmatan adalah yang berhak diibadahi, bukan selainNya yang lemah dari segala sisinya, tidak dapat mem-berikan manfaat ataupun menimpakan mudarat; lalu kenapa kalian menyuruhku melakukan hal itu? Padahal sesungguhnya kesyirikan (mempersekutukan Allah) itu dapat menghapus semua amal-amal kebaikan dan merusak semua keadaan.