Az-Zumar
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
لَّهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ 63
(63) ﴾ لَّهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "KepunyaanNya-lah kunci-kunci langit dan bumi," maksudnya, kunci-kuncinya berupa ilmu dan pengendalian, maka, ﴾ مَّا يَفۡتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحۡمَةٖ فَلَا مُمۡسِكَ لَهَاۖ وَمَا يُمۡسِكۡ فَلَا مُرۡسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ 2 ﴿ "Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha-bijaksana." (Fathir: 2). Setelah Allah menjelaskan sebagian dari keagunganNya yang menuntut keharusan hati untuk penuh dengan rasa mengagungkan dan memuliakanNya, maka Dia menjelaskan keadaan orang-orang yang kebalikan dari itu, yang tidak mengagungkanNya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah" yang menunjukkan kepada al-haqqul yaqin (kebenaran sejati) dan jalan yang lurus, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ﴿ "mereka itulah orang-orang yang merugi," mereka mendapatkan kerugian karena tidak meraih apa-apa yang karenanya hati mereka menjadi shalih (baik), seperti penghambaan dan keikhlasan kepada Allah, dan apa-apa yang dengannya lisan menjadi lurus seperti sibuk mengingat Allah, dan apa-apa yang dengannya seluruh anggota tubuh menjadi baik, seperti taat kepada Allah. Mereka menggantikan semua itu dengan apa-apa yang justru merusak hati dan badan. Mereka rugi karena tidak meraih surga yang penuh kenikmatan dan menggantikannya dengan azab yang sangat pedih.