Az-Zumar
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِى جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ 60
(60) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kehinaan, ﴾ ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ ﴿ "orang-orang yang berbuat dusta" terhadapNya, dan bahwasanya, wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ مُّسۡوَدَّةٌۚ ﴿ "menjadi hitam" seakan-akan malam yang gelap gempita, mereka dikenali oleh semua ma-nusia di padang mahsyar dengan ciri tersebut. Sesungguhnya kebenaran itu terang benderang seperti pagi hari. Dan karena mereka telah menghitamkan wajah kebenaran dengan kedustaan, maka Allah menghitamkan wajah mereka sebagai balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka. Mereka memperoleh wajah yang hitam pekat dan juga azab yang dahsyat di dalam Neraka Jahanam. Maka dari itu Allah berfirman,﴾ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡمُتَكَبِّرِينَ ﴿ "Bukankah dalam Neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri" terhadap kebenaran dan menyombongkan diri untuk beribadah kepada Allah, yaitu orang-orang yang berbuat dusta terhadapNya. Jangan sekali-kali demi-kian, sebab demi Allah, sesungguhnya di dalamnya terdapat siksa, kehinaan, dan kemurkaan yang menimpa orang-orang yang me-nyombongkan diri dari segala sisinya, dan hak diambil dari mereka dengan kedua siksa itu. Kedustaan terhadap Allah mencakup kedustaan terhadapNya dengan menjadikan sekutu, anak dan istri bagiNya, menginforma-sikan tentang Allah dengan informasi-informasi yang sangat tidak layak bagi kebesaranNya, atau mengklaim menjadi nabi, atau mengatakan sesuatu tentang syariatNya yang tidak pernah dikata-kanNya dan menginformasikan bahwasanya Allah telah mengata-kannya dan mensyariatkannya.