Az-Zumar
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
بَلَىٰ قَدْ جَآءَتْكَ ءَايَـٰتِى فَكَذَّبْتَ بِهَا وَٱسْتَكْبَرْتَ وَكُنتَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ 59
(59) Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa yang demikian itu sangat tidak mungkin dan tidak berguna, dan bahwa semua itu adalah angan-angan palsu yang tidak punya hakikat, sebab tidak akan ada perubahan bagi sang hamba kalau dia dikembalikan untuk menda-pat penjelasan sesudah penjelasan yang pertama. ﴾ بَلَىٰ قَدۡ جَآءَتۡكَ ءَايَٰتِي ﴿ "Sebenarnya telah datang ayat-ayatKu kepadamu" yang menunjukkan dengan petunjuk yang tidak bisa diragukan lagi kepada kebenaran, ﴾ فَكَذَّبۡتَ بِهَا وَٱسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "lalu kamu mendustakannya dan kamu menyom-bongkan diri" untuk mengikutinya, ﴾ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan kamu adalah termasuk orang-orang yang kafir." Jadi, permintaan dikembali-kan ke dunia adalah satu bentuk perbuatan sia-sia, sebab kalaupun mereka dikembalikan, pasti mereka kembali lagi melakukan apa-apa yang dilarang, dan sesungguhnya mereka adalah orang-orang pendusta.