انتقل إلى المحتوى
Tafsir As-Saadi - Indonesian · الأنعام
السورة ٦

الأنعام

هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.

النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22

الآية ٦٢

ثُمَّ رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ ٱلْحَـٰسِبِينَ ٦٢

(62) ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" setelah kematian dan kehidupan di alam Barzakh dengan kebaikan dan keburukannya, ﴾ رُدُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ مَوۡلَىٰهُمُ ٱلۡحَقِّۚ ﴿ "mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya," maksudnya, Dzat yang menguasai mere-ka dengan hukum takdirNya memberlakukan kepada mereka bermacam-macam tatanan sesuai dengan kehendakNya. Kemu-dian Dia menguasai mereka dengan perintah dan laranganNya. Dia mengutus para Rasul kepada mereka dan menurunkan kitab-kitab lalu mereka dikembalikan kepadaNya agar Dia memutuskan balasanNya bagi mereka. Dia membalas kebaikan mereka dengan pahala dan mengazab kejahatan yang mereka kerjakan. Oleh ka-rena itu Dia berfirman, ﴾ أَلَا لَهُ ٱلۡحُكۡمُ ﴿ "Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) adalah kepunyaanNya" semata tanpa sekutu bagiNya. ﴾ وَهُوَ أَسۡرَعُ ٱلۡحَٰسِبِينَ ﴿ "Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat." Karena kesempurnaan ilmu dan penjagaanNya terhadap amal-amal mereka sesuai dengan apa yang Dia tetapkan di Lauh al-Mahfuzh lalu dengan apa yang dicatat oleh para malaikat dalam kitab-kitab mereka. Jika Allah adalah Dzat yang sendirian dalam mencipta dan mengatur, Dia Mahakuasa atas hamba-hambaNya, Dia sangat memperhatikan mereka dalam segala keadaan. Dia-lah pemilik hukum takdir, hukum syar'i, dan hukum pembalasan, lalu bagai-mana orang-orang musyrik membelot dari Dzat yang sifatNya demikian menuju penyembahan kepada sesuatu yang tidak me-miliki sedikit pun perkara, tidak pula memiliki manfaat sedikit pun walaupun sebesar biji sawi dan tidak memiliki kemampuan dan keinginan? Demi Allah, jika mereka mengetahui kebijaksana-an Allah kepada mereka, ampunan dan rahmatNya kepada mereka, sementara mereka menentangNya dengan kekufuran dan kesyi-rikan, mereka berani berbohong dan berdusta atas kebesaranNya, namun Dia terus memberi rizki dan keselamatan kepada mereka, tentunya muncul pendorong pada diri mereka untuk mengetahui-Nya, akal mereka pun larut dalam mencintaiNya, dan mereka akan marah besar terhadap diri mereka yang telah patuh kepada ajakan-ajakan setan yang mengantarkan kepada kehinaan dan kerugian, akan tetapi mereka adalah kaum yang tidak berakal.