انتقل إلى المحتوى
Tafsir As-Saadi - Indonesian · لقمان
السورة ٣١

لقمان

هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.

النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22

الآية ٦

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ ٦

Setelah Allah menjelaskan orang-orang yang berpedoman kepada al-Qur`an dan berorientasi kepadanya, maka Dia menye-butkan orang yang berpaling darinya dan tidak menghiraukannya sama sekali, dan bahwa sesungguhnya orang itu disiksa karena sikapnya memilih setiap kebatilan perkataan. Ia mengabaikan per-kataan-perkataan yang paling bernilai dan ucapan-ucapan yang terbaik, dan menggantikannya dengan perkataan yang paling busuk lagi buruk. Maka dari itu, Allah berfirman,

(6) Maksudnya, ﴾ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن ﴿ "dan di antara manusia ada orang" dia adalah orang yang sial lagi terlantar (tidak memperoleh per-tolongan) ﴾ يَشۡتَرِي ﴿ "yang membeli," maksudnya, memilih dan senang sebagaimana senangnya orang yang mengeluarkan harga pada sesuatu, ﴾ لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," maksudnya, perkataan-perkataan yang melalaikan hati, yang menghalang-ha-langinya dari nilai-nilai yang mulia. Termasuk dalam hal ini adalah setiap perkataan yang diharamkan dan setiap perkataan yang tidak berguna nan palsu lagi rendahan dari perkataan-perkataan yang mendorong kepada kekafiran, kefasikan dan maksiat, dan dari per-kataan-perkataan para penolak kebenaran, yang mendebat dengan kebatilan untuk mencampakkan yang benar, dan dari gunjingan, adu domba (memfitnah), dusta, cacian dan celaan, serta dari lagu, tiupan seruling-seruling setan, serta dari wanita-wanita penghibur yang melalaikan, yang tidak ada gunanya dalam agama maupun dunia. Maka golongan manusia semacam ini ﴾ يَشۡتَرِي لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ ﴿ "mem-beli perkataan yang tidak berguna" dari perkataan yang berguna, ﴾ لِيُضِلَّ ﴿ "untuk menyesatkan" manusia ﴾ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ ﴿ "tanpa pengetahuan." Maksud-nya, setelah dia sesat karena perbuatannya, maka dia menyesatkan orang lain. Sebab, penyesatan itu tumbuh dari kesesatan; dan pe-nyesatannya dalam perkataannya itu adalah sikapnya menghalang-halangi manusia dari perkataan yang berguna, amal yang berman-faat, dari kebenaran yang jelas dan jalan yang lurus. Dan semua itu tidak akan bisa terlaksana sehingga dia mencemoohkan petunjuk dan kebenaran, dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan, dia memperolok-oloknya dan juga orang (nabi) yang datang dengannya. Nah, apabila dia telah memadukan antara memuji kebatilan dan menganjurkannya dengan mencampakkan yang haq (yang benar) dan memperolok-oloknya serta ahlinya, maka (sung-guh) dia telah menyesatkan orang-orang yang tidak berilmu, dan dia menipunya dengan perkataan-perkataan yang disampaikannya, yaitu perkataan yang tidak bisa dibedakan oleh orang yang sesat dan dia pun tidak mengenal hakikatnya, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ﴿ "mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan," karena mereka sesat, menyesatkan, memperolok-olokkan ayat-ayat Allah dan mendusta-kan kebenaran yang sudah sangat jelas sekali.