النور
هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.
النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22
وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٍ مِّن مَّآءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ بَطْنِهِۦ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰٓ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ٤٥
(45) Allah mengingatkan para hambaNya tentang apa yang mereka lihat bahwasanya Dia menciptakan semua makhluk melata yang berada di permukaan bumi ﴾ مِّن مَّآءٖۖ ﴿ "dari air," semua media-nya berasal dari air, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ ﴿ "Kami jadikan setiap sesuatu yang hidup dari air." (Al-Anbiya`: 30). Hewan-hewan yang berkembang biak, bahan (penciptaan)nya berasal dari nuthfah ketika sel jantan membuahi betina. Hewan-hewan yang berkembang biak dari tanah tidaklah lahir kecuali dari benda cair, seperti serangga-serangga. Tidak (satu pun) dijumpai serangga yang tercipta selain dari air. Bahan (penciptaan) sama, akan tetapi rupa penciptaannya berbeda dengan perbedaan yang banyak. ﴾ فَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰ بَطۡنِهِۦ ﴿ "Maka sebagian dari hewan itu ada yang berja-lan di atas perutnya," semisal ular dan sejenisnya ﴾ وَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰ رِجۡلَيۡنِ ﴿ "dan sebagian berjalan dengan dua kaki," seperti manusia dan keba-nyakan jenis burung. ﴾ وَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰٓ أَرۡبَعٖۚ ﴿ "Sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki," misalnya hewan-hewan ternak dan lain-lain. Perbedaan yang ada –walaupun pada asalnya satu (bahan penciptaan)– menunjukkan (kepastian) terlaksananya kehendak Allah dan kekuasaanNya yang merata. Karena inilah Allah berfir-man, ﴾ يَخۡلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُۚ ﴿ "Allah menciptakan sesuatu yang dikehendakiNya," maksudnya Dia menciptakan para makhlukNya sesuai bentuk-bentuk yang dikehendakiNya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu," sebagaimana Allah menurunkan hujan di bumi, bentuk penyerbukan yang satu jenis dan induknya satu yaitu tanah se-mentara keturunan-keturunannya memiliki jenis dan sifat yang berbeda-beda, ﴾ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ قِطَعٞ مُّتَجَٰوِرَٰتٞ وَجَنَّٰتٞ مِّنۡ أَعۡنَٰبٖ وَزَرۡعٞ وَنَخِيلٞ صِنۡوَانٞ وَغَيۡرُ صِنۡوَانٖ يُسۡقَىٰ بِمَآءٖ وَٰحِدٖ وَنُفَضِّلُ بَعۡضَهَا عَلَىٰ بَعۡضٖ فِي ٱلۡأُكُلِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ 4 ﴿ "Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang berca-bang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (Ar-Ra'd: 4).