انتقل إلى المحتوى
Tafsir As-Saadi - Indonesian · البقرة
السورة ٢

البقرة

هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.

النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22

الآية ٩٤

قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُا۟ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ٩٤

(94) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka dalam bentuk mem-benarkan pengakuan mereka, ﴾ إِن كَانَتۡ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ ﴿ "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat itu," maksudnya surga, ﴾ خَالِصَةٗ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ ﴿ "khusus untukmu di sisi Allah bukan untuk orang lain," sebagaimana yang kalian klaim bahwasanya tidaklah akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani, dan bahwasanya neraka tidaklah akan menyentuh mereka kecuali hanya dalam waktu yang dapat dihitung saja, maka bila kalian benar dalam pengakuan ini, ﴾ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ ﴿ "maka inginilah kematian(mu)." Ini adalah sebuah bentuk mubahalah (saling mendoakan agar orang yang dusta dilaknat Allah) antara mereka dan Rasulullah ﷺ, dan tidak ada lagi setelah pemaksaan dan tekanan bagi mereka setelah kedurhakaan mereka kecuali salah satu dari dua perkara, pertama mereka beriman ke-pada Allah dan RasulNya, atau kedua, bermubahalah dengan sesuatu yang mereka jadikan sebagai pedoman untuk dipertaruhkan de-ngan perkara yang ringan yaitu keinginan untuk mati yang akan menyampaikan mereka kepada negeri yang khusus bagi mereka tersebut. Namun mereka menolak hal tersebut, sehingga setiap orang dapat mengetahui bahwa mereka itu hakikatnya benar-benar dalam kondisi durhaka dan menentang Allah dan RasulNya pada-hal mereka mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu Allah berfirman,