Al-A'laa
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكْرَىٰ 9 سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَىٰ 10 وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلْأَشْقَى 11 ٱلَّذِى يَصْلَى ٱلنَّارَ ٱلْكُبْرَىٰ 12 ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ 13
(9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36).