U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Qiyaama
Suuradda 75

Al-Qiyaama

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadaha 26–30

كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِىَ 26 وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ 27 وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلْفِرَاقُ 28 وَٱلْتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ 29 إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمَسَاقُ 30

(26-30) Allah سبحانه وتعالى memberi petuah kepada para hambaNya dengan menyebutkan orang yang kedatangan ajal, ketika ia sedang dalam keadaan berbaring dan ruhnya telah mencapai ﴾ ٱلتَّرَاقِيَ ﴿ "ke-rongkongan," yaitu tulang tempat lubang kerongkongan, yang pada saat itu bencana kian dahsyat, ia mencari segala cara dan sebab yang dikira bisa menyembuhkan dan memberi kenikmatan. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٖ ﴿ "Dan dikatakan (kepadanya), 'Siapa-kah yang dapat menyembuhkanmu'," yakni, siapa yang meruqyahnya, karena angan-angannya sudah terputus dari berbagai sebab normal, ia pun bergantung pada sebab-sebab ilahiyah. Sayangnya, bila ketentuan dan takdir telah dipastikan dan berlaku, tidak ada yang bisa menangkalnya. ﴾ وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلۡفِرَاقُ ﴿ "Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia)," berpisah dengan dunia, ﴾ وَٱلۡتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ ﴿ "dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)," yakni segala musibah menyatu dan bertaut, masalah kian membesar, bencana kian memuncak serta menginginkan agar ruh yang menyatu de-ngan raga berpisah tapi ruh tetap saja ada bersamanya. Kemudian ia digiring menuju Allah سبحانه وتعالى agar seluruh amal perbuatannya dibalas dan ditegaskan. Ini adalah peringatan keras dari Allah سبحانه وتعالى dengan tujuan menggiring hati kepada keselamatan dan peringatan keras Allah سبحانه وتعالى dari segala sesuatu yang membinasakannya.