U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
Suuradda 7

Al-A'raaf

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 73

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَـٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 73

(73) (وَ) "Dan" Kami telah mengutus, ﴾ إِلَىٰ ثَمُودَ ﴿ "kepada kaum Tsamud", kabilah terkenal yang mendiami Hijr dan sekitarnya di tanah Hijaz dan jazirah Arab. Allah mengutus kepada mereka ﴾ أَخَاهُمۡ صَٰلِحٗاۚ ﴿ "saudara mereka, Shalih," sebagai Nabi yang mengajak mereka kepada iman dan tauhid dan melarang mereka dari kekufuran dan kesyirikan. Maka Shalih berkata ﴾ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ilah bagimu selainNya." Dakwah Shalih sama dengan dakwah saudara-saudaranya para Nabi yang lain, yaitu perintah beribadah kepada Allah dan penje-lasan bahwa hanya Dia-lah yang berhak disembah. ﴾ قَدۡ جَآءَتۡكُم بَيِّنَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Rabbmu." Yakni salah satu mukjizat yang tidak lain kecuali dari la-ngit di mana manusia tidak mampu mendatangkannya. Kemudian Shalih menjelaskan mukjizat itu ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ ﴿ "Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu." Yakni ini adalah unta yang mulia lagi utama karena ia disandarkan kepada Allah sebagai bentuk penghormatan. Padanya terdapat tanda yang besar bagimu. Tanda ini disebutkan dalam FirmanNya, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ 155 ﴿ "Ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempu-nyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu." (Asy-Syu'ara: 155). Tsamud memiliki sumur yang besar, ia terkenal dengan su-mur unta, mereka dan unta itu saling bergiliran. Satu hari unta itu minum dari sumur dan mereka minum air susunya, dan sehari beri-kutnya mereka minum dari sumur dan unta itu menjauh. Lalu Nabi mereka, Shalih عليه السلام berkata kepada mereka, ﴾ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Maka biarkanlah dia makan di bumi Allah." Makanannya bukan tang-gung jawabmu sedikit pun. ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "Dan janganlah kamu meng-ganggunya dengan gangguan apa pun", dengan menyembelihnya atau dengan yang lain, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "(yang karenanya) kamu akan di-timpa siksaan yang pedih."