U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
Suuradda 7

Al-A'raaf

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 164

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ ٱللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا۟ مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ 164

(164) Namun mereka tetap berburu dengan membuat tipuan, mereka menggali lubang-lubang dan memasang jaring-jaring, jika Hari Sabtu tiba, maka ikan-ikan itu tertangkap ke dalam lubang-lubang dan jaring-jaring tersebut, tetapi mereka tidak mengambil-nya pada hari itu, jika Hari Ahad tiba, maka mereka mengambilnya dan hal itu sering terjadi pada mereka. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok. Mayoritas dari mereka tidak mengindahkan dan mereka melanggar secara terang-terangan. Kelompok kedua melarang dan mengingkari perbuatan kelompok mayoritas. Dan kelompok ketiga merasa cukup dengan apa yang dilakukan oleh kelompok kedua. Kelompok ini berkata, ﴾ لِمَ تَعِظُونَ قَوۡمًا ٱللَّهُ مُهۡلِكُهُمۡ أَوۡ مُعَذِّبُهُمۡ عَذَابٗا شَدِيدٗاۖ ﴿ "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Sepertinya mereka berkata, "Tidak ada gunanya menasihati orang yang berani melang-gar larangan Allah dan tidak menghiraukan nasihat yang tulus, tetapi justru tetap teguh di atas pelanggaran dan kezhaliman, karena Allah pasti akan menghukum mereka, baik dengan kebinasaan atau azab yang pedih." Orang-orang yang memberi nasihat menjawab, "Kami melarang dan menasihati mereka, ﴾ مَعۡذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمۡ ﴿ 'agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabbmu.' Yakni agar kami dimaafkan berkenaan dengan apa yang mereka lakukan, ﴾ وَلَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ ﴿ "dan supaya mereka bertakwa." Yakni mereka meninggal-kan kemaksiatan yang mereka lakukan. Maka kami tidak berputus asa dari usaha memberi petunjuk kepada mereka, bisa jadi nasihat kami mujarab pada mereka, larangan kami didengar oleh mereka, dan inilah tujuan terbesar dari pengingkaran terhadap kemungka-ran, agar ia berfungsi sebagai alasan dan penegakan hujjah atas yang diperintah dan yang dilarang, dan semoga Allah memberinya petunjuk lalu dia melaksanakan tuntutan dari perintah dan lara-ngan tersebut.