At-Tahrim
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱمْرَأَتَ نُوحٍ وَٱمْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَـٰلِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا وَقِيلَ ٱدْخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ 10
(10) Kedua perumpamaan ini dibuat oleh Allah سبحانه وتعالى untuk orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir adalah untuk menjelaskan kepada mereka bahwa hubungan dan kedekatan orang kafir dengan orang Mukmin sama sekali tidak berguna dan hubungan antara orang Mukmin dan orang kafir sama sekali tidak memudaratkannya apabila orang bersangkutan tetap menunaikan kewajibannya. Sepertinya dalam ayat ini terdapat isyarat dan pe-ringatan untuk para istri-istri Rasulullah a dari kemaksiatan, dan bahwa hubungan mereka dengan Rasulullah a tidak akan berguna bagi mereka jika mereka menyakiti beliau, seraya berfirman, ﴾ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱمۡرَأَتَ نُوحٖ وَٱمۡرَأَتَ لُوطٖۖ كَانَتَا ﴿ "Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya," maksudnya, kedua wanita itu, ﴾ تَحۡتَ عَبۡدَيۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَٰلِحَيۡنِ ﴿ "berada di bawah penga-wasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami," yaitu Nabi Nuh dan Nabi Luth عليهما السلام, ﴾ فَخَانَتَاهُمَا ﴿ "lalu kedua istri itu ber-khianat kepada kedua suaminya" di dalam agama, karena keduanya tidak memeluk agama suami masing-masing. Dan inilah yang dimaksud dengan pengkhianatan sebenar-nya, bukan pengkhianatan nasab maupun hubungan suami-istri, karena tidak ada satu pun istri nabi yang membangkang. Dan Allah سبحانه وتعالى tidak menjadikan seorang pun istri nabi melakukan kekejian. ﴾ فَلَمۡ يُغۡنِيَا ﴿ "Maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu," yaitu Nuh dan Luth عليهما السلام, ﴾ عَنۡهُمَا ﴿ "mereka berdua," yakni kedua istrinya, ﴾ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـٔٗا وَقِيلَ ﴿ "sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya)," yakni kepada kedua istrinya, ﴾ ٱدۡخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ ﴿ "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)."