U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Waaqia
Suuradda 56

Al-Waaqia

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadaha 17–19

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَٰنٌ مُّخَلَّدُونَ 17 بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ 18 لَّا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ 19

(17-19) ﴾ يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda," maksudnya anak-anak yang masih kecil yang sangat tampan dan menawan mengelilingi para penghuni surga untuk melayani mereka dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, ﴾ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ 24 ﴿ "Seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan." (ath-Thur: 24), maksudnya tersimpan di mana tidak dijamah oleh sesuatu pun yang dapat merubahnya, mereka terciptakan untuk hidup abadi dan selamanya, dan mereka mengelilingi para penghuni surga dengan membawa bejana-bejana tempat minum mereka, ﴾ بِأَكۡوَابٖ ﴿ "dengan membawa gelas," yaitu tempat air minum yang tidak memi-liki pegangan, ﴾ وَأَبَارِيقَ ﴿ "dan cerek," yaitu tempat air yang memiliki pegangan, ﴾ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ﴿ "dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir," maksudnya dari khamar yang lezat diminum lagi tidak memabukkan, ﴾ لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا ﴿ "mereka tidak pening karenanya," maksudnya bahwa khamar tersebut tidak membuat mereka pusing sebagaimana khamar dunia membuat pusing kepala orang yang meminumnya, dan tidak juga mereka ﴾ يُنزِفُونَ ﴿ "mabuk," maksudnya akal mereka tidaklah pergi melayang-layang (karena meminumnya), sebagaimana yang ditimbulkan oleh khamar dunia. Intinya bahwa segala macam bentuk kenikmatan di surga yang menurut jenisnya ada di dunia, maka yang ada di akhirat tidaklah mengandung kerusakan dan tidak pula membinasakan, sebagai-mana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فِيهَآ أَنۡهَٰرٞ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٖ وَأَنۡهَٰرٞ مِّن لَّبَنٖ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ خَمۡرٖ لَّذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ عَسَلٖ مُّصَفّٗىۖ ﴿ "Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring." (Muhammad: 15). Di dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang khamar surga dan menafikan darinya segala macam kerusakan yang didapatkan pada khamar dunia.