Al-Fath
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
إِذْ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ ٱلتَّقْوَىٰ وَكَانُوٓا۟ أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا 26
(26) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِذۡ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ﴿ "Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka ke-sombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah," karena mereka menghapus tulisan "Bismillahirrahmanirrahim" serta melarang Rasulullah a dan orang-orang yang beriman untuk mendatangi Makkah pada tahun itu[91] agar orang-orang tidak mengatakan bahwa kaum Mus-limin berhasil masuk Makkah karena telah mengalahkan kaum Quraisy. Hal-hal semacam ini adalah termasuk kejahiliyahan yang tetap tertanam dalam benak mereka sehingga mendorong mereka melakukan berbagai kemaksiatan. ﴾ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang Mukmin," sehing-ga mereka tidak terpancing untuk menghadapi kaum musyrikin sebagaimana kaum musyrikin memperlakukan mereka dahulunya, tapi kaum Mukminin bersabar atas ketentuan Allah سبحانه وتعالى serta kon-sisten terhadap isi perjanjian yang berisi mengagungkan keharaman Allah سبحانه وتعالى meski apa pun yang terjadi, mereka tidak peduli terhadap perkataan dan celaan orang. ﴾ وَأَلۡزَمَهُمۡ كَلِمَةَ ٱلتَّقۡوَىٰ ﴿ "Dan Allah mewa-jibkan kepada mereka kalimat takwa," yaitu kalimat La ilaha illallah serta kewajiban-kewajiban yang dituntut oleh kalimat ini, mereka diharuskan menunaikannya. Dan mereka pun menunaikannya serta konsisten dalam menunaikannya. ﴾ وَكَانُوٓاْ أَحَقَّ بِهَا ﴿ "Dan mereka lebih berhak dengan kalimat takwa itu," daripada orang lain, ﴾ وَأَهۡلَهَاۚ ﴿ "dan patut memilikinya," yakni mereka adalah orang-orang yang berhak memilikinya karena Allah سبحانه وتعالى mengetahui kebaikan yang ada dalam hati mereka, dan karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."