U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Jaathiya
Suuradda 45

Al-Jaathiya

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadaha 6–10

تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۭ بَعْدَ ٱللَّهِ وَءَايَـٰتِهِۦ يُؤْمِنُونَ 6 وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ 7 يَسْمَعُ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 8 وَإِذَا عَلِمَ مِنْ ءَايَـٰتِنَا شَيْـًٔا ٱتَّخَذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ 9 مِّن وَرَآئِهِمْ جَهَنَّمُ ۖ وَلَا يُغْنِى عَنْهُم مَّا كَسَبُوا۟ شَيْـًٔا وَلَا مَا ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْلِيَآءَ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ 10

(6-10) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى membagi manusia menjadi dua golongan dalam kaitannya apakah mereka mau memanfaatkan tanda-tanda kebesaranNya ataukah tidak: Golongan pertama adalah mereka yang mau menjadikan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى sebagai petunjuk, direnungkan dan dimanfaat-kan sehingga derajat mereka menjadi tinggi. Mereka adalah orang-orang yang beriman secara sempurna kepada Allah سبحانه وتعالى, malaikat-malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan Hari Akhir. Keimanan mereka ini mencapai tingkatan yakin, sehingga akal mereka menjadi bersih dan pengetahuan, akal sehat, serta ilmu mereka pun bertambah. Golongan kedua adalah mereka yang mau mendengar ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى yang dengan pendengaran itu hujjah telah ditegakkan kepada mereka, namun kemudian mereka berpaling dan merasa tinggi hati, seolah-olah mereka tidak mendengarnya, sebab ayat-ayat tersebut tidak bisa membersihkan hati mereka, bahkan karena kesombongan mereka terhadap ayat-ayat itu mereka semakin me-lampaui batas. Apabila mereka mengetahui sesuatu dari ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى, mereka menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, se-hingga Allah سبحانه وتعالى pun menjanjikan kecelakaan bagi mereka melalui FirmanNya, ﴾ وَيۡلٞ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa," yakni, berdusta dalam perkataannya dan berdosa dalam perbuatannya. Dan Allah سبحانه وتعالى memberitahukan mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Dan sesungguhnya ﴾ مِّن وَرَآئِهِمۡ جَهَنَّمُۖ ﴿ "di hadapan mereka Neraka Jahanam," sebagai balasan mereka dan ﴾ وَلَا يُغۡنِي عَنۡهُم مَّا كَسَبُواْ ﴿ "tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerja-kan," yang mereka raih dari harta-harta mereka, ﴾ وَلَا مَا ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَۖ ﴿ "dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sem-bahan (mereka) dari selain Allah," mereka pun meminta pertolongan kepada sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى, namun sesembah-an-sesembahan itu ternyata menghinakan mereka pada saat-saat diperlukan andai bisa mendatangkan manfaat.