Yaseen
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
أَوَلَمْ يَرَ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ 77
Ayat-ayat mulia ini di dalamnya terdapat penjelasan tentang syubhat (kerancuan) orang-orang yang mengingkari kebangkitan sesudah mati dan jawaban terhadapnya dengan jawaban yang paling sempurna, paling baik, dan paling jelas.
(77) Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَوَلَمۡ يَرَ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "Dan apakah manusia tidak memperhatikan" yaitu manusia yang mengingkari kebangkitan atau ragu padanya, (memperhatikan) suatu perkara yang memberinya keyakinan sempurna kepada kepastiannya, yaitu awal mula penciptaannya ﴾ مِن نُّطۡفَةٖ ﴿ "dari setitik air," kemudian berubah-ubahnya dalam beberapa fase sedikit demi sedikit hingga menjadi besar dan menjadi anak remaja dan akalnya pun menjadi sempurna dan dewasa, ﴾ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata," setelah sebelumnya penciptaannya dari setetes air. Cobalah perhatikan perbedaan antara dua kondisi ini. Dan hendaknya ia mengetahui bahwa yang telah menciptakannya dari ketiadaan itu lebih kuasa lagi mengulangi penciptaannya kembali setelah ia tercerai berai dan hancur luluh!