U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · As-Sajda
Suuradda 32

As-Sajda

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 18

أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُۥنَ 18

(18) Allah سبحانه وتعالى mengingatkan kepada akal atas sesuatu yang telah dipastikannya, yaitu tidak ada kesamaan (antara) dua orang yang berbeda lagi bertentangan, dan bahwa sesungguhnya kebijak-sanaanNya mengharuskan ketidaksamaan keduanya, seraya ber-firman, ﴾ أَفَمَن كَانَ مُؤۡمِنٗا ﴿ "Maka apakah orang yang beriman," yang telah menghidupkan hatinya dengan iman, dan seluruh anggota tubuh-nya tunduk kepada syariat-syariatNya dan imannya menuntut jejak-jejaknya dan faktor yang mewajibkannya, yaitu meninggalkan segala hal yang dimurkai Allah, yang eksistensinya membahaya-kan imannya, ﴾ كَمَن كَانَ فَاسِقٗاۚ ﴿ "sama seperti orang yang fasik," yang hatinya rusak dan kosong dari iman, tidak ada kecenderungan agama di dalamnya, sehingga seluruh anggota tubuhnya mudah mewajibkan kebodohan dan kezhaliman pada setiap dosa dan maksiat, dan karena kefasikannya ia keluar dari ketaatan kepada Rabbnya. Apakah sama dua sosok manusia ini? ﴾ لَّا يَسۡتَوُۥنَ ﴿ "Mereka tidak sama," menurut akal maupun menurut agama, seperti tidak samanya malam dengan siang, cahaya dengan kegelapan, demikian pula tidak sama balasan untuk keduanya di akhirat.