U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Naml
Suuradda 27

An-Naml

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 3

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ 3

(3) Barangkali ada yang mengatakan: Sudah banyak sekali orang yang mengklaim beriman. Apakah diterima dari setiap orang yang mengklaim bahwa dirinya adalah seorang Mukmin? Atau harus ada bukti yang benar? Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى menjelaskan sifat (ciri) orang-orang beriman, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat," yang wajib dan yang sunnah. Mereka melakukannya sesuai dengan aturan-aturannya yang nampak, berupa rukun-rukun, syarat-syarat, kewajiban-ke-wajiban bahkan sunnah-sunnahnya, dan lengkap dengan amalnya yang batin, yaitu khusyu' yang merupakan jiwa dan substansinya, yaitu dengan merasakan kedekatan Allah dan menghayati apa yang dibaca dan dilakukan oleh orang yang shalat. ﴾ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ ﴿ "Dan menunaikan zakat," yang wajib kepada yang berhak menerimanya, ﴾ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ﴿ "dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat." Mak-sudnya, Keimanan mereka telah mencapai pada tingkat yakin, yaitu ilmu yang sempurna yang sampai ke dalam hati, lagi mendorong untuk beramal. Keyakinan mereka kepada akhirat mengharuskan keseriusan usaha mereka untuk menghadapinya dan mewaspadai segala hal yang bisa menjadi sebab siksaan dan hukuman. Ini ada-lah dasar segala kebaikan.