U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Naml
Suuradda 27

An-Naml

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 16

وَوَرِثَ سُلَيْمَـٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ 16

(16) Setelah Allah memuji keduanya secara bersamaan, maka Dia menyebut Sulaiman secara khusus karena keistimewaan yang diberikan kepadanya. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadanya suatu kerajaan yang sangat besar hingga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki ayahnya عليهما السلام. Maka Dia berfirman, ﴾ وَوَرِثَ سُلَيۡمَٰنُ دَاوُۥدَۖ ﴿ "Sulaiman telah mewarisi Dawud." Mak-sudnya, Sulaiman telah mewarisi ilmu dan kenabian ayahnya, dan ilmu ayahnya telah tergabung dalam ilmunya. Bisa jadi Sulaiman telah mempelajari ilmu yang dimiliki ayahnya dan ditambah dengan ilmunya sendiri yang sudah ada pada waktu ayahnya masih ada, sebagaimana telah disebutkan dahulu Firman Allah, ﴾ فَفَهَّمۡنَٰهَا سُلَيۡمَٰنَۚ ﴿ "Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)." (Al-Anbiya`: 79). ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan ia berkata," sebagai rasa syukurnya kepada Allah dan mengingat karunia dan nikmatNya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمۡنَا مَنطِقَ ٱلطَّيۡرِ ﴿ "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung." Nabi Sulaiman عليه السلام mengerti dan memahami apa yang dikatakan dan dibicarakan oleh burung-burung, sebagaimana dia telah berdialog dengan burung hud-hud, dan hud-hud pun menjawabnya, dan sebagaimana dia paham perkataan ratu semut kepada para pasu-kannya, sebagaimana akan dijelaskan nanti. Derajat ini tidak pernah dimiliki oleh siapa pun selain nabi Sulaiman عليه السلام, ﴾ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيۡءٍۖ ﴿ "dan kami diberi segala sesuatu." Maksudnya, kami telah dikaruniai Allah berbagai nikmat dan berbagai fasilitas kerajaan dan kekuasa-an yang belum pernah Dia berikan kepada seorang pun dari anak cucu Adam ini. Oleh karena itu, ia berdoa kepada Rabbnya, ﴾ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ ﴿ "Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku." (Shad: 35). Lalu Allah سبحانه وتعالى menundukkan seluruh setan (jin) kepadanya, yang mana mereka dapat mengerjakan untuknya pekerjaan apa saja yang dikehendakinya, yang tidak sanggup dilakukan oleh selain mereka. Dan Allah menundukkan angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan. ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya (semua) ini," yang diberikan Allah kepada kami ini, diutamakan dan diistimewakannya kepada kami, ﴾ لَهُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡمُبِينُ ﴿ "benar-benar suatu karunia yang nyata," jelas lagi gamblang. Maka dia mengakui dengan sesempurna pengakuan tentang kenikmatan Allah تعالى.