U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Furqaan
Suuradda 25

Al-Furqaan

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadaha 75–76

أُو۟لَـٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَـٰمًا 75 خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا 76

(75-76) Oleh karena cita-cita luhur dan keinginan-keinginan mereka tinggi (mulia), maka balasannya adalah dari jenis amal itu sendiri. Maka Allah membalas mereka dengan kedudukan-kedu-dukan tertinggi, seraya berfirman, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi karena kesabaran mereka." Maksudnya, tingkatan-tingkatan yang tinggi dan tempat-tempat tinggal yang sangat unik yang penuh dengan segala hal yang disukai dan sedap dipandang mata. Hal itu dise-babkan karena kesabaran mereka, maka mereka meraih apa yang semestinya mereka raih, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَدۡخُلُونَ عَلَيۡهِم مِّن كُلِّ بَابٖ 23 سَلَٰمٌ عَلَيۡكُم بِمَا صَبَرۡتُمۡۚ فَنِعۡمَ عُقۡبَى ٱلدَّارِ 24 ﴿ "Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), 'Salam sejahtera atasmu karena kesabaranmu.' Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (Ar-Ra'd: 23-24). Oleh karena itu, di sini Dia berfirman, ﴾ وَيُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةٗ وَسَلَٰمًا ﴿ "Dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya," dari Tuhan mereka dan dari para malaikatNya yang mulia dan dari sebagian mereka terhadap sebagian yang lain, dan mereka selamat dari segala yang dapat mencemarkan dan mengotori. Walhasil, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah menyifati mereka dengan hikmat, tenang, merendahkan diri kepadaNya dan kepada hamba-hambaNya, beretika baik, santun, berakhlak mulia, memaaf-kan orang-orang yang bodoh, berpaling dari mereka, membalas sikap buruk mereka dengan perbuatan baik, qiyamul lail (shalat malam), ikhlas dalam melakukan qiyamul lail, takut akan api neraka, memohon kepada Tuhan mereka agar diselamatkan darinya, me-ngeluarkan yang wajib dan yang sunnah dalam nafkah (pembelan-jaan harta), serta sederhana dalam membelanjakannya. Dan kalau mereka telah menjadi orang-orang yang sederhana di dalam ber-infak, di mana kebiasaan yang berlaku adalah mengabaikan atau berlebihan, maka kesederhanaan mereka dan keseimbangan mereka pada masalah-masalah yang lain tentu lebih utama; dan selamat dari dosa-dosa besar, bersikap ikhlas kepada Allah di dalam ber-ibadah kepadaNya (bertauhid. Pent), menjaga diri dari darah (jiwa yang tak berdosa) dan dari kehormatan, dan segera bertaubat di saat terjadinya perbuatan dosa itu, dan mereka tidak menghadiri majelis-majelis kemungkaran, kefasikan yang bersifat perkataan ataupun perbuatan, mereka menjaga diri mereka dari perkataan sia-sia dan perbuatan hina, yang tidak ada kebaikannya padanya. Semua itu memastikan wibawa dan kemanusiaan mereka, kesempurnaan dan kesucian mereka dari segala perkataan dan perbuatan tak bernilai. Sesungguhnya mereka serius merespon ayat-ayat Allah dengan menerima dan memahami makna-makna-nya, mengamalkannya dan bersungguh-sungguh di dalam mene-rapkan hukum-hukumnya, dan mereka selalu berdoa kepada Allah سبحانه وتعالى dengan doa yang paling sempurna di dalam doa yang sangat berguna bagi mereka dan berguna bagi siapa pun yang mengikuti mereka, serta berguna bagi kaum Muslimin, karena keshalihan istri-istri mereka dan anak keturunan mereka. Konsekuensi dari itu semua adalah mereka berupaya keras di dalam mendidik, mengajar, menasihati dan membimbing mereka. Sebab, siapa saja yang serius untuk memperoleh sesuatu, pasti dia berdoa kepada Allah untuknya, dia pasti berusaha mendapatkan sebab kausalitasnya dan mereka berdoa kepada Allah untuk menca-pai derajat tertinggi yang mungkin bisa mereka capai, yaitu derajat kepemimpinan dan kejujuran. Sungguh demi Allah, betapa mulianya sifat-sifat tersebut, betapa tingginya cita-cita mereka, betapa agungnya harapan mereka dan betapa sucinya jiwa-jiwa itu, betapa bersihnya hati itu, betapa sucinya manusia-manusia pilihan itu, dan betapa bertakwanya para penghulu itu. Sungguh itu adalah karunia, nikmat, dan rahmat Allah ter-hadap mereka yang menjadikan mereka mulia, dan kelembutan-Nya yang telah mengantar mereka kepada derajat tertinggi ini. Sungguh termasuk karunia Allah terhadap hamba-hambaNya adalah Dia menjelaskan sifat-sifat mereka, dan mengilustrasikan karakteristik mereka. Dia menjelaskan cita-cita luhur mereka dan menjelaskan pula pahala yang diperoleh agar mereka rindu (ter-pacu) untuk mengamalkan sifat-sifat tersebut, dan agar mereka mencurahkan segenap kemampuan untuk itu, dan agar mereka memohon kepada Tuhan yang telah menganugerahkan semua itu kepada mereka dan yang telah memuliakan mereka, yaitu Tuhan yang karuniaNya ada pada setiap masa dan tempat, dan pada setiap saat (hendaklah dia memohon) agar Dia berkenan untuk membimbing mereka sebagaimana telah membimbing mereka (orang-orang yang disebut di dalam ayat-ayat di atas. Pent). Ya Allah, segala puji hanya untukMu, kepadaMu-lah tempat mengadu, Engkau-lah tempat meminta, dan kepadaMu-lah tempat memohon keselamatan; tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolonganMu. Kami sama sekali tidak mampu memberikan manfaat atau mudarat kepada diri kami, kami tidak kuasa melakukan kebaikan sebesar biji sawi pun jika Engkau tidak memudahkannya bagi kami, karena sesungguhnya kami sangat lemah lagi rapuh dari segala sisi. Kami bersaksi bahwasanya Eng-kau, jika Engkau serahkan kami kepada diri kami (walau hanya) sekejap mata, maka berarti Engkau telah menyerahkan kami kepada kelemahan, kerapuhan dan kesalahan. Maka kami tidak yakin, ya Rabb kami kecuali dengan rahmatMu, yang dengannya Engkau menciptakan kami, memberi kami rizki, Engkau karuniakan kepada kami berbagai kenikmatan yang nampak dan yang tidak tampak, Engkau jauhkan dari kami berbagai bencana. Maka belas kasihilah kami dengan rahmat yang membuat kami tidak butuh kepada rahmat selainMu. Sesungguhnya tidak akan sia-sia orang yang memohon dan berharap kepadaMu.