Al-Hajj
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا۟ بِهِۦ فَتُخْبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ 54
(54) Sementara golongan ketiga, hal itu menjadi pancaran rahmat bagi mereka. Mereka itulah yang disebutkan pada Firman-Nya, ﴾ وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al-Qur`an itulah yang haq dari Rabbmu." Allah mencurahkan anugerah ilmu bagi mereka yang menjadi (piranti) mereka untuk mengetahui antara kebenaran dan kebatilan, hidayah dan kesesatan, dan mereka pun membedakan antara dua hal itu, antara kebenaran yang kokoh yang Allah teguh-kan dan kebatilan yang timbul yang Allah hapuskan, dengan dasar bukti-bukti dari masing-masing. Dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Allah Mahabijaksana, Dia mendatangkan beberapa ujian yang dengan itu, tersibak rahasia-rahasia jiwa-jiwa yang baik dan jelek. ﴾ فَيُؤۡمِنُواْ بِهِۦ ﴿ "Lalu mereka beriman kepadanya," dengan sebab tersebut, dan keimanan mereka terderek naik manakala halangan dan syubhat-syubhat telah terhindarkan. ﴾ فَتُخۡبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمۡۗ ﴿ "Dan hati mereka tunduk kepadanya," maksudnya khusyu' tunduk dan berserah diri terhadap kandungan hikmahNya. Ini termasuk (pertanda) limpahan hidayah Allah pada mereka. ﴾ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴿ "Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman," karena keimanan mereka ﴾ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ 54 ﴿ "kepada jalan yang lurus," mengetahui kebenaran dan mengamalkan tuntutan-nya. Maka, Allah meneguhkan orang-orang yang beriman melalui perkataan yang teguh di kehidupan dunia dan akhirat. Ini salah satu macam peneguhan Allah bagi hambaNya. Ayat-ayat ini memuat penjelasan bahwa Rasulullah mem-punyai sumber teladan dari rekan-rekan beliau dari kalangan para rasul, lantaran apa yang terjadi pada beliau ketika membaca ﴾ وَٱلنَّجۡمِ ﴿ "Demi bintang," ketika sampai pada ayat, ﴾ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱللَّٰتَ وَٱلۡعُزَّىٰ 19 وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ 20 ﴿ "Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al-Latta dan al-'Uzza dan Manah yang ketiga, yang paling terakhir (seba-gai anak perempuan Allah)?" (An-Najm: 19-20). Setan melontarkan godaannya pada bacaan beliau, "Itu adalah burung-burung yang tinggi, dan sesungguhnya syafa'at mereka benar-benar diharapkan." Maka, dengan peristiwa itu, timbullah kesedihan pada diri Rasulullah dan fitnah bagi umat manusia. Se-bagaimana telah dipaparkan oleh Allah. Maka, Allah menurunkan ayat-ayat ini.[5]