Maryam
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
ذَٰلِكَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ ٱلْحَقِّ ٱلَّذِى فِيهِ يَمْتَرُونَ 34 مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ ۖ سُبْحَـٰنَهُۥٓ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ 35
(34-35) Maksudnya, orang yang disebut-sebut dengan sifat-sifat itu adalah Isa putra Maryam, tanpa ada keraguan maupun sangsi padanya. Bahkan ﴾ قَوۡلَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "(yang mengatakan) perkataan yang benar." Dan kalamullah (perkataan Allah) yang tidak ada per-kataan yang lebih benar daripadanya dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada Allah. Berita yang meyakinkan itu menge-nai Isa عليه السلام. Sementara berita-berita tentangnya yang berbeda dengan ini, maka itu dipastikan batil. Puncak (sumber permasalahannya) merupakan keragu-raguan dari si pengucapnya, yang tidak tahu-menahu tentangnya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ ٱلَّذِي فِيهِ يَمۡتَرُونَ ﴿ "yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya," maksudnya mereka ragu-ragu, sehingga berbantah-bantahan dengan keraguan mereka dan berdebat berdasarkan perkiraan mereka. Di antaranya, ada orang yang mengatakan tentang dirinya, "Isa itu adalah Allah, atau anak Allah atau ketiga dari yang tiga. Sungguh Mahatinggi Allah dari kebohongan mereka." ﴾ مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٖۖ ﴿ "Tidak layak bagi Allah mempunyai anak," maksudnya tidak wajar dan tidak layak. Karena itu adalah suatu yang mustahil. Allah Mahakaya (tidak membutuhkan orang lain), Maha Terpuji, yang memiliki segala se-suatu, bagaimana mungkin Allah mengangkat seorang anak dari kalangan para hamba?! ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥٓۚ ﴿ "Mahasuci Dia," Mahasuci Allah dari segala kekurangan dan anak. ﴾ إِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرٗا ﴿ "Apabila Dia telah me-netapkan sesuatu," baik dari perkara yang kecil ataupun yang besar, niscaya tidak akan terhalang dan tidak akan sulit ﴾ فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ﴿ "maka Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah,' maka jadilah ia," jika ketentuan dan kehendakNya pasti terlaksana di langit dan bumi, bagaimana mungkin Dia memiliki anak?! Kalau memang demikian adanya, jika Allah menginginkan sesuatu, maka cukup dengan mengatakan "Jadilah" maka jadilah ia, lalu mengapa dianggap se-buah perkara mustahil, Allah menciptakan Isa tanpa bapak?