U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Maryam
Suuradda 19

Maryam

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 21

قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُۥٓ ءَايَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَّقْضِيًّا 21

(21) ﴾ قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٞۖ وَلِنَجۡعَلَهُۥٓ ءَايَةٗ لِّلنَّاسِ ﴿ "Jibril berkata, 'Demikianlah.' Rabbmu berfirman, 'Hal itu adalah mudah bagiKu, dan agar Kami menjadikannya sebagai suatu tanda bagi manusia'." Ini me-nunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah تعالى dan menandakan bahwa semua faktor penyebab itu tidak memberikan efek dengan sendirinya, akan tetapi yang memberikan pengaruh adalah takdir Allah. Maka, Allah memperlihatkan kepada para hambaNya pen-dobrakan kejadian-kejadian yang biasa pada sebagian hukum sebab-akibat yang biasa (terjadi), supaya mereka tidak hanya terpaku pada faktor penyebab saja, tanpa peduli dengan Dzat yang me-nakdirkan dan menyebabkannya. ﴾ وَرَحۡمَةٗ مِّنَّاۚ ﴿ "Dan sebagai rahmat dari Kami," [maksudnya] Kami hendak menjadikan anak Maryam itu sebagai rahmat dari Kami buat dirinya, ibunya, dan sekalian manusia. Adapun wujud rahmat Allah kepada diri anak Maryam, yaitu Allah mengistimewakannya dengan pemberian wahyu kepadanya, menganugerahkan kepadanya kenikmatan yang dianugerahkan kepada para ulul azmi. Sedangkan rahmat buat ibunya, lantaran teraihnya kebanggaan, pujian yang baik dan manfaat-manfaat yang besar baginya. Dan wujud rahmatnya bagi umat manusia, maka sesungguhnya nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada umat manusia adalah pengutusan seorang rasul di tengah-tengah mereka, seorang rasul yang akan membacakan ayat-ayat Allah, yang menyucikan mereka, mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan hikmah. Lalu mereka pun beriman kepada rasul itu, menaati-nya sehingga akan terwujud bagi mereka kebahagiaan dunia dan akhirat. ﴾ وَكَانَ ﴿ "Dan hal itu," eksistensi Isa عليه السلام dalam kondisi seperti ini, ﴾ أَمۡرٗا مَّقۡضِيّٗا 21 ﴿ "adalah suatu perkara yang sudah diputuskan," ke-tentuan yang sudah ditentukan di masa lalu. Maka ketentuan dan keputusan ini pasti terlaksana. Lalu Jibril عليه السلام meniupkan pada kerah baju di lehernya.