Al-Kahf
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
وَكَذَٰلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَآ إِذْ يَتَنَـٰزَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ ۖ فَقَالُوا۟ ٱبْنُوا۟ عَلَيْهِم بُنْيَـٰنًا ۖ رَّبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ غَلَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِم مَّسْجِدًا 21
(21) Allah تعالى mengabarkan bahwasanya Dia memperlihat-kan kepada manusia keadaan Ashhabul Kahfi. Kejadian itu –wallahu a'lam- setelah mereka terjaga dan mengutus salah seorang di antara mereka untuk membeli makanan. Mereka memerintahkannya agar menyamar dan merahasiakan (perkara mereka). Maka, Allah ber-kehendak terhadap suatu kejadian yang berisi kemaslahatan bagi orang-orang dan tambahan pahala untuk mereka. Yaitu, ketika orang-orang menyaksikan salah satu tanda kebesaran Allah pada mereka (Ashhabul Kahfi) dengan mata kepala mereka bahwa janji Allah benar-benar ada, tidak ada syak dan keraguan padanya, tidak (pula) ada unsur kemustahilan setelah mereka dahulu berselisih paham tentang urusan para pemuda itu. Sebagian mengakui janji Allah dan Hari Pembalasan. Sebagian lain meniadakannya. Kemu-dian Allah menjadikan kisah Ashhabul Kahfi kepada mereka sebagai tambahan ilmu dan keyakinan bagi kaum Mukminin dan hujjah (penggugat) bagi orang-orang yang menentang. Lalu jadilah pahala dalam perkara ini untuk mereka. Selanjutnya, Allah mempopuler-kan perihal mereka dan mengangkat kedudukan mereka sehingga orang yang mengetahui tentang mereka melakukan "pengagungan". Mereka mengatakan, ﴾ ٱبۡنُواْ عَلَيۡهِم بُنۡيَٰنٗاۖ ﴿ "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka." Allah lebih mengetahui keadaan mereka dan tem-pat mereka kembali! Berkatalah orang yang berkuasa atas urusan mereka, yaitu orang-orang yang memegang wewenang urusan, ﴾ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيۡهِم مَّسۡجِدٗا 21 ﴿ "Sesungguhnya kami akan mendirikan se-buah rumah ibadah di atasnya," maksudnya kami beribadah kepada Allah تعالى di dalamnya dan mengingat-ingat mereka serta peristiwa yang terjadi pada mereka. Perbuatan ini merupakan sebuah larangan, Nabi telah melarangnya[24] dan mencela para pelakunya, bukan ber-arti penyebutannya di sini tidak menunjukkan celaan terhadapnya (rencana pembangunan masjid di atas kubur mereka), karena kon-teks pembahasan ini tentang Ashhabul Kahfi dan pujian untuk mereka, dan (alasan kedua) bahwa pengagungan (bagi) Ashhabul Kahfi sampai pada level di mana orang-orang mengatakan, "Dirikanlah sebuah rumah peribadatan di atasnya," setelah ketakutan Ashhabul Kahfi yang dahsyat terhadap kaumnya dan sikap kehati-hatian mereka dari deteksi terhadap keberadaan mereka hingga keadaan berubah pada tingkatan yang Anda lihat. Pada kisah ini terdapat dalil bahwasanya orang yang lari me-nyelamatkan agamanya dari fitnah-fitnah, niscaya Allah akan me-nyelamatkannya, dan bahwa orang yang bersungguh-sungguh men-cari keselamatan, niscaya Allah akan menyelamatkannya, dan bahwa orang yang berlindung kepada Allah, niscaya Allah akan melindungi-nya dan menjadikannya sebagai sumber hidayah bagi orang lain. Barangsiapa memikul kehinaan di jalan Allah dan mencari keridha-anNya, niscaya kesudahan urusannya adalah kemuliaan yang agung dari arah yang tidak dia sangka. Dan apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi orang-orang yang patuh.