Al-Kahf
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَـٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ 1
(1) ﴾ ٱلۡحَمۡدُ ﴿, adalah pujian kepada Allah, dengan sifat-sifat-Nya yang keseluruhannya merupakan sifat-sifat sempurna, nikmat-nikmatNya yang zahir maupun yang batin, nikmat agama dan du-nia. Secara mutlak, nikmat Allah yang paling agung adalah Allah menurunkan al-Qur`an kepada hamba dan RasulNya, Muhammad. Maka, Allah memuji DzatNya. Dalam pujian tersebut, terkandung panduan bagi para hamba agar mereka memujiNya atas pengirim-an seorang rasul dan diturunkannya al-Qur`an kepada mereka. Kemudian Allah memberikan predikat pada al-Qur`an dengan dua sifat yang mengandung pengertian bahwasanya al-Qur`an itu sempurna dari segala sisi, yaitu penafian kebengkokan dari al-Qur-`an, dan penetapan bahwasanya al-Qur`an adalah permanen lagi lurus. Penafian unsur kebengkokan dari al-Qur`an menunjukkan bahwa tidak ada kedustaan dalam berita-beritanya, tidak ada ke-zhaliman dan hal-hal yang sia-sia dalam semua perintah dan lara-ngannya. Sedangkan penetapan sifat istiqamah (lurus) menuntut bahwa al-Qur`an tidak memerintahkan dan tidak pula memberita-kan melainkan dengan berita yang paling agung, yaitu berita-berita yang akan membuat hati penuh dengan pengetahuan, keimanan, dan pemahaman. Seperti berita-berita tentang nama-nama Allah, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatanNya. Termasuk juga perkara-perkara ghaib yang sudah lewat maupun yang akan datang. (Mengan-dung makna pula) bahwa perintah-perintah dan larangan-larangan-nya dapat menyucikan, membersihkan, dan menumbuhkan serta menjadikan jiwa sempurna, lantaran memuat unsur keadilan yang sempurna, keseimbangan, keikhlasan, dan peribadahan kepada Allah, Penguasa alam semesta, sendirian, tiada sekutu bagiNya. Maka, patutlah pada kitab (al-Qur`an) yang berkarakter demikian, bahwa Allah memuji diriNya lantaran Dia yang menurunkan al-Qur`an dan mengagungkan DzatNya di hadapan para hambaNya dengan itu.