Al-Israa
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
قُلْ كُونُوا۟ حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا 50 أَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِى صُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَ مَن يُعِيدُنَا ۖ قُلِ ٱلَّذِى فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ ۖ قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبًا 51
(50-51) Karena itu, Allah memerintahkan RasulNya untuk berkata kepada para pengingkar Hari Kebangkitan yang menilainya mustahil, ﴾ قُلۡ كُونُواْ حِجَارَةً أَوۡ حَدِيدًا 50 أَوۡ خَلۡقٗا مِّمَّا يَكۡبُرُ ﴿ "Katakanlah, 'Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau menjadi suatu makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali)'." Maksudnya, makhluk yang membesar ﴾ فِي صُدُورِكُمۡۚ ﴿ "menurut pikiranmu," supaya kamu selamat –menurut persepsi kalian– dari kekuasaan Allah (untuk membangkitkan) kalian atau (selamat dari) terealisasinya kehendak Allah pada kalian. Karena dalam bentuk dan sifat seperti apa pun niscaya kamu tidak akan mampu melumpuhkan (ketetapan) Allah. Kamu tidak punya andil kuasa dalam pengaturan dirimu, baik tatkala hidup atau se-sudah mati. Maka, serahkanlah urusan pengaturan dan penanganan kepada Dzat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan menjangkau segala sesuatu. ﴾ فَسَيَقُولُونَ ﴿ "Maka mereka akan bertanya," tatkala engkau mengetengahkan hujjah atas mereka tentang Hari Kebangkitan, ﴾ مَن يُعِيدُنَاۖ قُلِ ٱلَّذِي فَطَرَكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖۚ ﴿ "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali? Katakanlah, 'Dzat Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama'," sebagaimana Dia telah menciptakan kamu, padahal sebelumnya kamu adalah sesuatu yang tidak pernah disebut, maka Dia-lah yang akan mengembalikan kamu sebagai makhluk yang baru, ﴾ كَمَا بَدَأۡنَآ أَوَّلَ خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚ ﴿ "Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya." (Al-Anbiya`: 104). ﴾ فَسَيُنۡغِضُونَ إِلَيۡكَ رُءُوسَهُمۡ ﴿ "Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan ke-pala mereka," maksudnya menggerak-gerakkan kepala mereka se-bagai bentuk pengingkaran dan ungkapan keheranan terhadap apa yang kamu katakan ﴾ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَۖ ﴿ "dan mereka berkata, 'Kapan itu (akan terjadi)?'" Maksudnya kapan waktu terjadinya Hari Kebangkit-an yang kamu sangka (terjadi) berdasarkan perkataanmu? Pertanya-an ini bukan untuk mengakui kenyataan Hari Kebangkitan, akan tetapi merupakan bentuk kebodohan dan kelemahan dari mereka ﴾ قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبٗا ﴿ "Katakanlah, 'Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat'." Sesungguhnya penentuan waktu kapan terjadi Hari Kebangkitan tidaklah berfaidah. Akan tetapi, manfaat dan tuntut-annya terdapat pada keyakinan dan pengakuan terhadapnya. Lalu apabila tidak demikian, maka sesungguhnya segala sesuatu yang pasti datang itu, berarti dekat.