Al-Israa
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِى نُفُوسِكُمْ ۚ إِن تَكُونُوا۟ صَـٰلِحِينَ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلْأَوَّٰبِينَ غَفُورًا 25
(25) Maksudnya, Rabb kalian سبحانه وتعالى mengetahui semua rahasia yang kalian sembunyikan yang berbentuk kebaikan dan keburuk-an. Dia tidak semata-mata melihat tindak-tanduk dan rupa fisik kalian, Dia hanyalah memandang apa yang ada di dalam hati, berupa kebaikan dan keburukan ﴾ إِن تَكُونُواْ صَٰلِحِينَ ﴿ "jika kamu orang-orang yang baik," dengan menjadikan hasrat dan orientasi-orientasi kalian ber-kisar pada keridhaan Allah, kesukaan kalian tertuju pada obyek yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak ada keinginan-keinginan yang mengendap dalam hatinya untuk selain Allah. ﴾ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلۡأَوَّٰبِينَ ﴿ "Sesungguhnya Dia bagi orang-orang yang ber-taubat," yaitu orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah di segala waktunya ﴾ غَفُورٗا ﴿ "Maha Pengampun." Maka siapa saja yang telah Allah lihat (dalam) hatinya, dan Dia mengetahui tidak ada di dalamnya selain (kerinduan) kembali dan kecintaan kepadaNya serta mencintai segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadaNya, maka –sekalipun terkadang muncul pada dirinya efek (keterlenaan) yang berasal dari sifat-sifat manusiawinya–, sesungguhnya Allah akan memaafkannya dan mengampuni perkara-perkara yang insi-dentil, yang bukan permanen.